kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Gelombang kedua wabah corona mengancam Amerika Serikat


Minggu, 03 Mei 2020 / 05:10 WIB


Sumber: CNN | Editor: Khomarul Hidayat

Greg Poland, yang juga Direktur Kelompok Riset Vaksin Mayo Clinic mengatakan, kombinasi gelombang kedua Covid-19 dengan musim flu dapat menciptakan banyak kebingungan karena gejala yang hampir sama dan membuat tekanan besar pada sistem perawatan kesehatan.

Pada 2009, AS mengalami gelombang kasus virus influenza H1N1, yang dikenal sebagai flu babi, pada musim semi. Berbulan-bulan kemudian, CDC menyebut, gelombang kedua flu babi dilaporkan pada musim gugur dan musim dingin.

"Seringkali, tidak selalu ... sering gelombang kedua pandemi lebih buruk," kata Poland.

Contoh lain adalah pandemi influenza 1918, yang menewaskan 50 juta orang di seluruh dunia dan sekitar 675.000 orang Amerika. Pada saat itu, ada gelombang pegas ringan awal di AS tetapi gelombang kedua yang mematikan melanda negara itu pada bulan September.

Baca Juga: Tembus 9.600 kasus virus corona, Rusia cetak rekor infeksi harian tertinggi




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×