kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Gempar! Facebook putuskan pertemanan dengan Australia


Jumat, 19 Februari 2021 / 05:36 WIB
Gempar! Facebook putuskan pertemanan dengan Australia
ILUSTRASI. Australia menyuarakan kekesalannya setelah Facebook memblokir berita di Australia dalam eskalasi perselisihan yang mengejutkan. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ketua komite parlemen Inggris yang mengawasi industri media, Julian Knight, mengatakan pesan itu juga ditujukan untuk negara lain, selain Australia.

“Tindakan ini - tindakan anak penindas - yang telah mereka lakukan di Australia menurut saya akan memicu keinginan untuk melangkah lebih jauh di antara para legislator di seluruh dunia,” kata Knight kepada Reuters.

"Saya pikir mereka hampir menggunakan Australia sebagai ujian kekuatan bagi demokrasi global, apakah mereka ingin memberlakukan pembatasan atau tidak dalam cara mereka berbisnis," katanya. “Jadi, menurut saya, kita semua berada di belakang Australia.”

Baca Juga: Facebook bakal menghapus postingan menyesatkan terkait vaksin Covid-19

Penerbit berita melihat taktik Facebook sebagai bukti bahwa perusahaan, yang juga memiliki Instagram dan WhatsApp, tidak dapat dipercaya sebagai penjaga gerbang industri mereka.

Henry Faure Walker, ketua grup industri Asosiasi Media Berita Inggris, mengatakan pelarangan berita selama pandemi global adalah contoh klasik dari kekuatan monopoli yang menjadi pengganggu di halaman sekolah, mencoba melindungi posisi dominannya dengan sedikit memperhatikan warga dan pelanggan yang seharusnya dilayani.

Kepala asosiasi penerbit berita BDZV Jerman, Dietmar Wolff, mengatakan: "Sudah saatnya pemerintah di seluruh dunia membatasi kekuatan pasar dari platform penjaga gerbang."

Saham Facebook diperdagangkan turun 2% pada hari Kamis (18/2/2021).

Selanjutnya: Facebook mendesak pembukaan pemblokiran media sosial di Myanmar




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×