kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Genjot Perekonomian, China Akan Berikan Lebih Banyak Stimulus di 2023


Rabu, 14 Desember 2022 / 14:39 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah China akan memberikan lebih banyak stimulus di tahun 2023 untuk merangsang perekonomian.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pemerintah China sebentar lagi akan mengadakan pertemuan tahunan bertajuk Konferensi Kerja Ekonomi Pusat. Pertemuan itu, salah satunya akan membahas rencana pemerintah China untuk memberikan lebih banyak stimulus di tahun 2023.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (14/12), pemberian stimulus ini lantaran China sedang  bersemangat menyongsong kinerja ekonomi di tahun depan. Apalagi, kebijakan pembatasan Covid-19 juga telah berakhir.

Konferensi itu akan diselenggarakan secara tertutup selama tiga hari. Presiden China Xi Jinping dan pejabat tinggi China lainnya akan membahas target pertumbuhan, perluasan belanja untuk infrastruktur, dan program pemerintah lainnya.

Pelonggaran kebijakan Covid di China disambut baik pelaku ekonomi dan pasar global. Sayangnya, China saat ini tengah menghadapi tantangan yang mengerikan imbas pelonggaran pembatasan Covid itu.

Pelonggaran itu menyebabkan terjadinya lonjakan infeksi Covid-19. Belum lagi, diperparah oleh sistem perawatan kesehatan yang buruk. Lonjakan kasus Covid-19 melanda ibu kota Beijing,

Sekadar informasi, perekonomian China tumbuh hanya 3% hingga kuartal ketiga tahun ini. Pertumbuhan itu juga diperkirakan akan stagnan hingga kuartal keempat atau selama setahun penuh di 2022. Pertumbuhan 3% itu jauh di bawah target awal sebesar 5,5%.

Baca Juga: Presiden China Xi Jinping Minta Perdagangan Minyak Pakai Yuan di KTT Teluk

Pertumbuhan ekonomi di China memang tertekan pengetatan kebijakan Covid-19 yang mengganggu produksi dan berakibat pada merosotnya belanja konsumen. Pembatasan Covid juga berpengaruh terhadap sektor properti. Ekonomi global yang melemah juga membuat tingkat ekspor China tambah lesu.

Penasihat pemerintah China mengatakan kepada Reuters bahwa mereka akan merekomendasikan pada saat konferensi untuk mengadopsi target pertumbuhan 2023 mulai dari 4,5% sampai 5,5%. Sementara itu penasihat bank sentral China lebih menyarankan agar China menetapkan target pertumbuhan ekonomi tidak lebih dari 5%.

Menjelang pertemuan konferensi, target pertumbuhan sekitar 5% makin terdengar. Seorang penasihat pemerintah percaya China harus menetapkan target pertumbuhan di atas 5%.

"Kita perlu meningkatkan kebijakan fiskal dan saya yakin rasio defisit anggaran tahun depan harus dinaikkan menjadi setidaknya 3%," ujarnya.

Adapun, target defisit anggaran tahun 2022 ditetapkan sekitar 2,8% dari PDB.

Penasih pemerintah China yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada Reuters bilang, pemerintah China kemungkinan bakal mempertahankan target inflasi tahunannya tidak berubah sekitar 3% di tahun depan.

Sementara itu, Konferensi yang akan diselenggarakan akan menjadi kunci untuk target pertumbuhan ekonomi, kebijakan monter dan fiskal, dan panduan mengenai kebijakan Covid-19.

Baca Juga: Hadapi Pembatasan AS, China Siapkan Paket US$ 143 Miliar untuk Perusahaan Chip




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×