kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Global Market: Harga Minyak Anjlok, Wall Street Rekor, Harga US Treasury Melonjak


Sabtu, 18 April 2026 / 05:59 WIB
Global Market: Harga Minyak Anjlok, Wall Street Rekor, Harga US Treasury Melonjak
ILUSTRASI. Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK/LONDON. Harga minyak anjlok, indeks Wall Street mencapai rekor tertinggi dan harga obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) melonjak pada Jumat (17/4/2026), setelah Iran membuka Selat Hormuz selama gencatan senjata di Lebanon.

Presiden AS Donald Trump juga berharap dapat mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang segera.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan, lalu lintas terbuka untuk semua kapal komersial melalui Selat Hormuz , jalur utama untuk aliran energi global, untuk sisa gencatan senjata 10 hari yang ditengahi oleh AS antara Israel dan Lebanon yang disepakati pada Kamis (16/4/2026).

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Puluhan Kapal “Uji Nyali” tapi Gagal Keluar Teluk

Trump mengatakan kepada Reuters bahwa AS akan bekerja sama dengan Iran untuk memulihkan uranium yang diperkaya - bagian dari poin penting dalam negosiasi - dan membawanya ke Amerika Serikat.

Jumat (17/4/2026), harga minyak mentah Brent acuan turun 9% menjadi US$ 90,38 per barel, setelah mencapai titik terendah sesi di US$ 86,09. Harga minyak mentah AS turun 11,45% menjadi US$ 83,85 per barel. Harga tersebut tetap di atas level sebelum perang sekitar US$ 70, tetapi turun signifikan dari harga tertinggi akhir Maret, yang untuk Brent mendekati US$ 120 per barel.

Saham Rekor

Sementara itu, saham terus naik, dengan indeks acuan Wall Street S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi ketiga berturut-turut dan Dow Jones Industrial Average mencatat penutupan tertinggi sejak akhir Februari.

Dow naik 1,79%, menjadi 49.447,43, S&P 500 naik 1,2%, menjadi 7.126,06 dan Nasdaq Composite melonjak 1,52%, menjadi 24.468,48.

Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 mengungguli kenaikan saham berkapitalisasi besar dan juga mencatat rekor penutupan tertinggi.

"Penurunan harga energi berdampak lebih besar pada saham-saham berkapitalisasi kecil karena margin keuntungannya lebih ketat," kata Nick Johnson, kepala investasi di Willis Johnson & Associates seperti dilansir Reuters. Ia menambahkan, mulai terlihat jelas bahwa AS dan Iran ingin mengakhiri perang.

Optimisme bahwa perang mungkin akan segera berakhir meredakan kekhawatiran tentang inflasi yang kembali meningkat.

Harga obligasi pemerintah AS menguat, dengan imbal hasil obligasi US Treasury 10 tahun acuan menyentuh level terendah sejak pertengahan Maret 2026. Imbal hasil, yang bergerak berbanding terbalik dengan harga, terakhir terlihat turun 6,5 basis poin menjadi 4,246%. Obligasi acuan 2 tahun, yang biasanya mengikuti ekspektasi pergerakan suku bunga dari Federal Reserve, turun 7,8 basis poin menjadi 3,7%.

"Penurunan harga minyak mendorong seluruh pergerakan tersebut," kata Tom di Galoma, direktur pelaksana perdagangan suku bunga global di Mischler Financial Group.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Dolar AS Merana

Adapun dolar AS jatuh ke level terendah dalam beberapa minggu karena daya tarik aset safe-haven mulai memudar. Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, turun 0,02% menjadi 98,19, setelah turun ke 97,632, level terendah dalam tujuh minggu. minggu.

"Kelemahan dolar terutama disebabkan oleh pasar yang mengurangi premi risiko geopolitik," kata George Vessey, kepala strategi FX dan makro di Convera di London.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×