kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Selat Hormuz Dibuka, Puluhan Kapal “Uji Nyali” tapi Gagal Keluar Teluk


Sabtu, 18 April 2026 / 04:37 WIB
Selat Hormuz Dibuka, Puluhan Kapal “Uji Nyali” tapi Gagal Keluar Teluk
ILUSTRASI. Puluhan kapal gagal lewati Selat Hormuz meski dibuka Iran. Perusahaan pelayaran waspada ancaman ranjau laut. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Sekelompok kapal melakukan upaya yang gagal untuk keluar dari Teluk pada Jumat (17/4/2026) malam, berdasarkan data pelacakan kapal. Hal ini terjadi ketika perusahaan pelayaran menyambut secara hati-hati pengumuman Iran bahwa Selat Hormuz telah dibuka kembali.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pejabat Iran mengatakan pada Jumat bahwa jalur pelayaran penting tersebut terbuka bagi seluruh lalu lintas komersial selama gencatan senjata 10 hari di Lebanon. Pengumuman itu memicu penurunan harga minyak dan komoditas lain, serta mendorong kenaikan pasar saham.

Reuters melaporkan, sekitar 20 kapal mulai berlayar menuju Selat Hormuz pada Jumat malam, namun tak lama kemudian berhenti, dengan beberapa di antaranya berbalik arah, menurut data MarineTraffic. Ini merupakan kelompok kapal terbesar yang mencoba melintasi jalur tersebut sejak Iran secara efektif menutup selat itu sebagai respons terhadap serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari.

Belum jelas alasan kapal-kapal tersebut menghentikan pelayaran. Kelompok itu termasuk tiga kapal kontainer yang dioperasikan perusahaan pelayaran Prancis CMA CGM, yang menolak memberikan komentar.

Hingga pukul 21.00 GMT, sebagian besar kapal dalam kelompok itu telah berbalik arah. Namun data pelacakan menunjukkan sejumlah kapal baru, terutama kapal tanker, mulai bergerak menuju selat tersebut.

Perusahaan pelayaran menyambut hati-hati pengumuman Iran, namun mengatakan mereka masih membutuhkan klarifikasi lebih lanjut sebelum kembali melintasi jalur tersebut, khususnya terkait risiko keamanan seperti keberadaan ranjau laut.

Baca Juga: Selat Hormuz Dibuka, Dolar AS Merana

Seluruh kapal komersial, termasuk kapal berbendera Amerika Serikat, dapat melintasi selat itu. Namun rencana pelayaran harus dikoordinasikan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), kata seorang pejabat senior Iran kepada Reuters.

Menurut pejabat itu, kapal-kapal akan dibatasi hanya pada jalur pelayaran yang dianggap aman oleh Iran, sementara kapal militer tetap dilarang melintas.

“Kami saat ini sedang memverifikasi pengumuman terbaru terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, terutama terkait kesesuaiannya dengan kebebasan navigasi bagi seluruh kapal dagang dan jaminan pelayaran yang aman,” kata Arsenio Dominguez, Sekretaris Jenderal badan pelayaran PBB, Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Ketidakpastian Masih Berlanjut

Asosiasi Pemilik Kapal Norwegia mengatakan sejumlah isu penting masih belum terselesaikan, termasuk soal keberadaan ranjau, syarat-syarat dari Iran, serta bagaimana kebijakan tersebut akan diterapkan dalam praktik.

“Jika ini merupakan langkah menuju pembukaan, maka ini perkembangan yang patut disambut,” kata CEO asosiasi tersebut, Knut Arild Hareide.

Kelompok pelayaran BIMCO juga memperingatkan anggotanya agar tidak terlalu cepat kembali beroperasi, karena masih adanya ketidakpastian terkait ancaman ranjau. Peringatan Angkatan Laut AS yang dilihat Reuters juga menegaskan bahaya ranjau laut.

Namun perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd mengatakan pihaknya sedang berupaya melanjutkan pelayaran “secepat mungkin”, meski masih ada sejumlah pertanyaan yang belum terjawab.

Tonton: BREAKING NEWS! EROPA SIAP KIRIM PASUKAN! TERLIBAT KONFLIK SELAT HORMUZ?

Perusahaan pelayaran Denmark Maersk menyatakan terus memantau situasi secara ketat. Sementara grup kapal tanker minyak Norwegia Frontline menolak memberikan komentar.

Matt Wright, analis utama angkutan laut di perusahaan intelijen data Kpler, juga mengatakan masih belum jelas jalur laut mana yang bisa digunakan kapal-kapal untuk keluar dari Teluk.

Ia menambahkan bahwa rute terbaru yang diberlakukan Teheran melalui perairan teritorialnya dekat Pulau Larak akan menimbulkan tantangan navigasi, meski kapal tidak diwajibkan membayar biaya. Rute itu juga akan menimbulkan pertanyaan terkait kepatuhan aturan dan asuransi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×