kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,34   -28,38   -2.95%
  • EMAS1.321.000 0,46%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Goldman Sachs PHK 3.000 Karyawan, Ada Apa?


Kamis, 12 Januari 2023 / 16:50 WIB
Goldman Sachs PHK 3.000 Karyawan, Ada Apa?
ILUSTRASI. Perusahaan jasa keuangan dan bank investasi Goldman Sachs melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerjanya. PHK tersebut di mulai sejak Rabu (11/1).


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan jasa keuangan dan bank investasi Goldman Sachs melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan pekerjanya. PHK tersebut di mulai sejak Rabu (11/1).

Dilansir dari Reuters, alasan PHK ini lantaran Goldman Sachs bersiap menghadapi situasi ekonomi yang sulit.

Lebih dari 3.000 karyawan akan diberhentikan tentu akan mempengaruhi divisi utama bank. Sebab, yang paling banyak terkena pemangkasan terdapat di perbankan investasi Goldman Sachs.

“Kami tahu ini merupakan hal yang sulit bagi orang yang hendak meninggalkan perusahaan,” demikian pernyataan Goldman Sach.

Baca Juga: PHK Massal di Goldman Sachs, Sekitar 3.000 Karyawan akan Dirumahkan

Pemangkasan pegawai ini terjadi meluas di industri perbankan dunia yang mungkin disebabkan ancaman resesi global.

Bukan hanya Goldman Sachs saja, gelombang PHK juga terjadi pada bank Wall Street lainnya seperti Morgan Stanley. Morgan Stanley telah memangkas 2% tenaga kerjanya atau sebanyak 1.600 orang.

HSBC juga turut memangkas jumlah karyawannya meskipun tak sebanyak Goldman Sachs dan Morgan Stanley, yaitu sebanyak 200 orang.

PHK Goldman Sachs akan terus terjadi hingga akhir kuartal ketiga tahun ini. Jumlahnya bisa mencapai 6% dari total pegawai.

Goldman Sachs memulai PHK dari Asia pada Rabu (11/1). Bank investasi ini menyelesaikan pemotongan bisnis pengelolaan kekayaan pribadi dan melepas 16 staf perbankan swasta di seluruh kantornya seperti di Hong Kong, Singapura dan China.

Baca Juga: Goldman Sachs Bersiap Melakukan PHK Terbesar Sejak Krisis Keuangan 2008




TERBARU

[X]
×