kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Google Digugat setelah Seorang Pria Tewas karena Mengikuti Google Maps


Jumat, 22 September 2023 / 05:30 WIB
Google Digugat setelah Seorang Pria Tewas karena Mengikuti Google Maps
ILUSTRASI. Google digugat atas kelalaiannya oleh keluarga seorang pria asal Carolina Utara yang meninggal setelah mengikuti Google Maps.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Apakah Google Maps pernah mengecewakan pengguna sebelumnya?

Ya. Ini bukan pertama kalinya Google Maps dianggap bertanggung jawab atas penyesatan berbahaya yang dilakukan penggunanya.

Mengutip Al Jazeera, pada bulan lalu, seorang wanita berusia 20-an sedang mengemudi sendirian dari Alice Springs di Australia ke rodeo Harts Range pada larut malam ketika mengikuti Google Maps membuatnya terdampar di gurun Australia Tengah selama satu malam.

Setelah beberapa saat berkendara melintasi jalan tanah dan menyusuri pagar, mobilnya terjun ke dalam selokan.

Perawat tersebut kemudian menemukan bahwa Google Maps mengarahkannya ke Harts Ranges yang sebenarnya, bukan lokasi rodeo, lapor ABC News.

Pada tahun 2021, pasangan muda Oregon terjebak di salju setelah Google Maps mengarahkan mereka ke jalan yang tidak terawat.

Ketika mereka akhirnya mulai kembali, salju yang terlalu tebal di jalan membuat mobil mereka terjebak dan tidak bisa keluar.

Ketika sebuah truk derek dikirim untuk menyelamatkan mereka, tim darurat harus mengirim truk lain untuk membebaskan mereka dari musim dingin yang keras di negara bagian Northwest.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×