Hadapi Tekanan China, Tencent Lepas Saham JD.com

Kamis, 23 Desember 2021 | 15:01 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Hadapi Tekanan China, Tencent Lepas Saham JD.com

ILUSTRASI. Hadapi Tekanan China, Tencent Lepas Saham JD.com


KONTAN.CO.ID -  HONG KONG. Perusahaan game dan media sosial China, Tencent Holdings akan melepas saham (divestasi) JD.com sebesar US$ 16,37 miliar. Nantinya, dana yang diperoleh akan digunakan sebagai dividen kepada pemegang saham.

Dilansir dari Reuters, Kamis (23/12), langkah divestasi itu dilakukan ketika Beijing menerapkan tindakan tegas terhadap perusahaan-perusahaan teknologi yang ingin memperoleh dana asing atau melantai di bursa efek luar negeri. 

Akibat aksi divestasi tersebut, kepemilikan saham Tencent di JD.com berkurang dari 17% menjadi 2,3%. Tencent beralasan, pengurangan saham tersebut karena JD.com secara bertahap sudah bisa membiayai pertumbuhan bisnisnya sendiri. 

Mio Kato, analis LightStream Research menilai, langkah Tencent akan meningkatkan persaingan di antara perusahaan raksasa teknologi dan melemahkan kemitraan strategis.  

Baca Juga: Tencent dan Alibaba Keluar dari 10 Pemain Teknologi Terbesar Akibat Aksi Keras China

"Ini bisa berdampak pada beberapa hal seperti pasar pembayaran karena hubungan Tencent dengan Pinduoduo dan JD telah membantunya mempertahankan daya saing dengan Alipay dalam pandangan kami," katanya.

Saham JD.com anjlok 11,2% pada awal perdagangan di Hong Kong pada hari Kamis (23/12).  Ini merupakan persentase penurunan harian terbesar sejak debutnya di kota tersebut pada Juni 2020, sementara saham Tencent naik 5,7%.

Perusahaan mengatakan mereka akan terus memiliki hubungan bisnis, termasuk perjanjian kemitraan strategis yang sedang berlangsung, meskipun Direktur Eksekutif Tencent dan Presiden Martin Lau akan segera turun jabatan sebagai dewan JD.com.

Pemegang saham Tencent yang memenuhi syarat akan berhak atas satu saham JD.com untuk setiap 21 saham yang mereka miliki.

Baca Juga: Alibaba Fokus Kembangkan Bisnis Internasional dan E-commerce Pedesaan China

Editor: Noverius Laoli

Terbaru