kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Hampir seluruh anggota G20 diramal alami resesi, kecuali RI dan 2 negara ini


Rabu, 01 April 2020 / 08:09 WIB
ILUSTRASI. Telekonferensi G20. (AAP Image/News Corp Pool/Gary Ramage)


Sumber: The Economist | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. The Economist memprediksi outlook yang buram bagi perekonomian global, khususnya negara-negara yang tergabung dalam G20. Dalam hasil riset terbarunya, The Economist merevisi perkiraan pertumbuhan untuk semua negara di seluruh dunia seiring menyebarnya wabah virus corona. 

"Hasilnya melukiskan gambaran yang suram. Di antara seluruh negara G20, semua kecuali tiga negara akan mengalami resesi ekonomi pada tahun ini. Sementara itu, ekonomi global akan mengalami kontraksi sebesar 2,2%," papar The Economist.

Berdasarkan revisi prediksi pertumbuhan untuk negara-negara G20 pada tahun 2020, ada tiga negara yang diramal masih akan mencatatkan pertumbuhan. Indonesia merupakan salah satunya dengan revisi pertumbuhan 1% dari sebelumnya 5,1%. 

Baca Juga: Seruan Bank Dunia terhadap G20 di tengah pandemi virus corona

Dua negara lainnya adalah China dan India. Revisi pertumbuhan ekonomi China tahun ini adalah 1% dari sebelumnya 5,9%. Sementara India diramal akan mencatatkan pertumbuhan 2,1% (revisi) dari sebelumnya 6%. 

Ekonomi AS

Ekonomi AS akan mengalami kontraksi sebesar 2,8% tahun ini. Respons awal pemerintahan Donald Trump terhadap virus corona terbilang buruk, sehingga memungkinkan penyakit menyebar dengan cepat. 

Baca Juga: Dalam jangka pendek, harga minyak bisa ke level US$ 15 per barel

Selain itu, ketika risiko ekonomi yang terkait dengan Covid-19 mulai meningkat, perjanjian antara Arab Saudi dan Rusia untuk memangkas produksi minyak gagal total, yang pada akhirnya membuat harga minyak jatuh. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×