kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.637.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.657   -7,00   -0,04%
  • IDX 6.620   -16,80   -0,25%
  • KOMPAS100 866   -0,88   -0,10%
  • LQ45 656   -1,17   -0,18%
  • ISSI 231   0,64   0,28%
  • IDX30 367   -0,76   -0,21%
  • IDXHIDIV20 454   -0,16   -0,04%
  • IDX80 99   -0,07   -0,07%
  • IDXV30 126   0,61   0,49%
  • IDXQ30 118   -0,24   -0,21%

Harapan Masih Ada, Nepal Cari 121 Pekerja PLTA yang Diduga Terjebak di Terowongan


Senin, 07 September 2026 / 20:53 WIB
Harapan Masih Ada, Nepal Cari 121 Pekerja PLTA yang Diduga Terjebak di Terowongan
ILUSTRASI. Tim Penyelamat Banjir Nepal (REUTERS/Tingshu Wang)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

China Janji Buka Informasi

Di China, pencarian juga terus dilakukan di wilayah Tibet. Pemerintah China mengatakan pada Minggu (6/9/2026) bahwa tim penyelamat telah menemukan 12 jenazah tambahan.

Banyak korban yang masih hilang merupakan warga India atau keturunan India yang berada di wilayah tersebut untuk melakukan perjalanan ke Danau Mansarovar dan Gunung Kailash, yang merupakan lokasi ziarah suci bagi umat Hindu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning mengatakan, Beijing akan terus mengerahkan upaya untuk pencarian dan penyelamatan korban.

“Pihak China akan terus melakukan segala upaya untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan serta menangani berbagai persoalan pascabencana,” kata Mao dalam konferensi pers.

Pemerintah China menghadapi tekanan dari sejumlah keluarga warga asing yang hilang di Tibet. Mereka mengaku kesulitan memperoleh informasi mengenai kondisi anggota keluarga mereka.

Mao mengatakan, pemerintah China akan segera menyampaikan informasi terbaru mengenai kondisi bencana dan aktivitas penyelamatan.

Untuk pertama kalinya pada Minggu, China juga mengundang wartawan dari delapan media asing, termasuk Reuters, untuk mengunjungi sejumlah wilayah yang menjadi pusat bencana.

Baca Juga: Jelang Xi-Trump Bertemu, Industri Kedelai China Terjepit Harga dan Tarif

923 Tahanan Berhasil Dievakuasi

Selain korban bencana, otoritas Nepal juga menghadapi situasi darurat di sejumlah fasilitas publik.

Perdana Menteri Nepal Balendra Shah mengatakan petugas keamanan di penjara distrik Nuwakot berhasil menyelamatkan 923 tahanan sebelum air banjir memasuki gedung penjara yang berada di lokasi rendah pada 26 Agustus.

Para tahanan dipindahkan ke bangunan yang berada di lokasi lebih tinggi sebelum air mencapai fasilitas utama.

Shah juga mengatakan aparat telah menangkap kembali 50 tahanan yang melarikan diri setelah merusak tembok dan gerbang penjara ketika banjir mulai melanda.

Para tahanan tersebut, menurut Shah, hanya sempat melarikan diri sekitar 100 meter sebelum berhasil diamankan kembali.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×