Harga Bitcoin Terjungkal ke Bawah US$ 20.000, Mata Uang Kripto Ini Melambung Tinggi

Jumat, 16 September 2022 | 13:13 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Harga Bitcoin Terjungkal ke Bawah US$ 20.000, Mata Uang Kripto Ini Melambung Tinggi

ILUSTRASI. Harga Bitcoin kembali terjungkal ke bawah US$ 20.000. Sementara harga mata uang kripto ini melambung tinggi. KONTAN/Cheppy A. Muchlis.


KONTAN.CO.ID - Harga Bitcoin kembali terjungkal ke bawah US$ 20.000. Sementara harga mata uang kripto ini melambung tinggi.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Jumat (16/9) pukul 12.55 WIB, harga Bitcoin ada di US$ 19.792,17 atau turun 1,62% dalam 24 jam terakhir.

Hari ini, Jumat (16/9), sebagian besar pasar kripto memerah, termasuk Ethereum dan Ethereum Classic pasca Merge.

Harga Ethereum merosot 8,6% menjadi US$ 1.473,22 dan Ethereum Classic melorot 6,55% ke US$ 34,04.

Baca Juga: Harga Bitcoin Bisa Turun di Bawah US$ 10.000, Ini Penjelasan Analis Crypto

Di tengah pasar kripto yang memerah, harga Cosmos melesat tinggi, 10,62% ke posisi US$ 14,98.

Mengutip CoinTelegraph, sejumlah sentimen positif mengelilingi Cosmos, mata uang dengan kode ATOM.

Sebut saja, sejumlah protokol yang menjauh dari Terra, kembali meluncur di Cosmos Hub SDK. 

Lalu, bulan ini, firma analitik dan pembuat protokol Delphi Digital mengumumkan, mereka memilih Cosmos sebagai blockchain utamanya untuk membangun proyek baru.

Baca Juga: Kehancuran Terbesar bakal Datang, Robert Kiyosaki Minta Masuk Sekarang ke 2 Aset Ini

Ketika proyek dibangun di Cosmos Hub, nilai akrual ke ATOM sering kali terjadi.

Soalnya, protokol DeFi dan DApps lainnya akan berpartisipasi dalam sistem keamanan interchain jaringan yang bekerja melalui IBC. 

Kemudian, Cosmos akan meluncurkan liquid staking, sebuah fenomena yang ketika digunakan di platform DeFi lain di blockchain lainnya menghasilkan peningkatan tekanan beli pada token asli ekosistem.

Beberapa platform ekosistem Cosmos, termasuk COMDEX, akan meluncurkan stablecoin (CMST) endiri. 

Mengingat struktur Cosmos Hub dan IBC, sepertinya ATOM akan menjadi salah satu aset utama yang digunakan dalam proses “pencetakan” keuntungan.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru