Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas memperpanjang kerugian pada hari ini, menyentuh level terendahnya dalam hampir dua minggu karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat akibat meningkatnya spekulasi kenaikan suku bunga AS. Sementara, investor menilai sinyal yang bertentangan mengenai pembicaraan perdamaian AS-Iran.
Rabu (24/6/2026) pukul 15.00 WIB, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.081,24 per ons troi, setelah sebelumnya mencapai titik terendah sejak 11 Juni.
Sejalan, harga emas untuk kontrak berjangka pengiriman Agustus 2026 anjlok 1,2% menjadi US$ 4.098,7 per ons troi.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Selasa (23/6/2026) bahwa Iran telah menyetujui inspeksi nuklir "hingga tak terbatas." Di sisi lain, Teheran mengatakan bahwa mereka tidak membuat konsesi seperti itu dalam negosiasi, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kelayakan kesepakatan perdamaian mereka yang rapuh.
Baca Juga: Harga Minyak Terus Melemah, Tertekan Ekspektasi Kelancaran Aliran Minyak di Hormuz
Kedua pihak juga tidak sepakat mengenai detail ketentuan yang akan memungkinkan Iran mengakses dana yang dibekukan di rekening luar negeri.
"Apa yang kita saksikan di sini adalah evolusi tekanan yang dialami emas sebagai akibat dari perang," kata Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive.
"Dinamika 'inflasi menuju suku bunga yang lebih tinggi' telah terlihat pada penurunan harga obligasi, kenaikan imbal hasil, kenaikan nilai dolar, dan penurunan harga emas."
Harga emas batangan telah turun sekitar 23% sejak dimulainya perang AS-Israel di Iran pada akhir Februari, karena tekanan inflasi yang meningkat telah memicu ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Meskipun emas secara tradisional dianggap sebagai 'lindung nilai inflasi', daya tariknya sebagai aset tanpa imbal hasil dalam lingkungan suku bunga tinggi menjadi berkurang.
Dolar AS mencapai level tertinggi lebih dari satu tahun, membuat emas batangan lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.
Para pedagang memperkirakan tiga kenaikan suku bunga Fed tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan satu kenaikan sebelum pertemuan Fed minggu lalu, menurut CME 'FedWatch Tool'.
Investor kini menunggu data Pengeluaran Konsumsi Pribadi AS, indikator inflasi pilihan The Fed, yang akan dirilis pada hari Kamis, untuk petunjuk lebih lanjut mengenai kebijakan moneter.
Baca Juga: Inggris, Prancis, dan Jerman Soroti Aktivitas China di Timur Taiwan
"Jika kita terus berfokus terutama pada inflasi dan kita menembus level US$ 4.000, maka kita akan menuju ke US$ 3.800, dan kita akan membahas apakah pengujian level US$ 3.500 akan terjadi selanjutnya," kata Spivak.
Harga perak spot turun 0,4% menjadi US$ 61,80 per ons troi, platinum turun 0,6% menjadi US$ 1.641,35 per ons troi, dan paladium turun 1,3% menjadi US$ 1.221,71 per ons troi.














