Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas dunia menuju penurunan bulanan ketiga berturut-turut di tengah meredanya kekhawatiran pasar setelah muncul laporan perpanjangan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Di sisi lain, ekspektasi suku bunga tinggi AS yang bertahan lebih lama juga terus menekan pergerakan logam mulia.
Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), harga emas spot naik 0,5% ke level US$ 4.514,19 per ons troi setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh titik terendah dalam dua bulan di US$ 4.365,76 per ons.
Meski rebound, harga emas masih berada di jalur pelemahan sekitar 2,4% sepanjang bulan ini dan turun sekitar 15% dalam tiga bulan terakhir.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga naik tipis 0,3% menjadi US$4.544,80 per ons.
Baca Juga: Harga Emas Naik, Investor Menimbang Laporan Kesepakatan Gencatan Senjata AS-Iran
Direktur Pelaksana GoldSilver Central Brian Lan mengatakan harga emas sempat tertekan tajam sebelum kabar perpanjangan gencatan senjata muncul ke pasar.
"Kemarin emas turun hingga US$ 4.360 dan kemungkinan masih bisa melemah lebih jauh sampai muncul pengumuman gencatan senjata yang memicu pembalikan arah harga," ujarnya.
Ia menambahkan pasar kini menunggu kepastian final terkait kesepakatan tersebut, termasuk persetujuan Presiden AS Donald Trump.
Sumber Reuters menyebut Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata sekaligus membuka kembali kelancaran pengiriman melalui Selat Hormuz.
Namun, kesepakatan itu disebut belum sepenuhnya final karena masih menunggu persetujuan Trump dan belum dikonfirmasi resmi oleh media pemerintah Iran.
Meredanya tensi geopolitik turut menekan harga minyak dunia. Harga minyak tercatat turun lebih dari 1% dan menuju pelemahan mingguan terbesar sejak awal April.
Baca Juga: Emas Bergerak Naik Tipis Jelang Tengah Hari, Pengaruh Inflasi AS dan Suku Bunga Fed?
Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi selama konflik Iran berlangsung.
Di saat bersamaan, data inflasi AS pada April mencatat kenaikan tahunan tercepat dalam tiga tahun terakhir.
Kondisi tersebut memperkuat pandangan pasar bahwa bank sentral AS Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Situasi ini menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil biasanya kurang diminati saat suku bunga tinggi.
Sementara itu, harga perak spot turun tipis 0,1% menjadi US$75,55 per ons. Palladium naik 0,6% ke US$1.375,25 per ons dan berpeluang mencatat kenaikan mingguan, sedangkan platinum turun 0,4% menjadi US$1.915,30 per ons dan berada di jalur pelemahan mingguan.













