kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.923   27,00   0,16%
  • IDX 7.164   -138,03   -1,89%
  • KOMPAS100 989   -24,52   -2,42%
  • LQ45 732   -14,72   -1,97%
  • ISSI 252   -6,20   -2,41%
  • IDX30 398   -8,38   -2,06%
  • IDXHIDIV20 499   -11,65   -2,28%
  • IDX80 112   -2,43   -2,13%
  • IDXV30 136   -1,81   -1,31%
  • IDXQ30 130   -3,03   -2,28%

Harga Emas Drop 1,2%, Pasar Timbang Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah


Kamis, 26 Maret 2026 / 15:57 WIB
Harga Emas Drop 1,2%, Pasar Timbang Prospek Gencatan Senjata di Timur Tengah
ILUSTRASI. Harga emas (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas turun pada Kamis (26/3/2026), terbebani oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Sebab, harga minyak yang tinggi memicu kekhawatiran inflasi, dengan investor menunggu kejelasan tentang upaya de-eskalasi di Timur Tengah.

Kamis (26/3/2026), harga emas spot turun 1,2% menjadi US$ 4.451,47 per ons pada pukul 08.11 GMT. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun 2,3% menjadi US$ 4.448.

"Anda melihat percepatan gagasan bahwa... perang ini akan berarti inflasi dan inflasi akan berarti respons dari bank sentral, yang akan berarti suku bunga yang lebih tinggi," kata Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Bursa Saham China Merosot, Ketidakpastian De-eskalasi Perang Iran Bebani Pasar

Harga minyak mentah Brent kembali naik di atas US$ 100 per barel karena kekhawatiran bahwa pertempuran berkepanjangan di Timur Tengah akan semakin mengganggu aliran energi.

Harga minyak mentah yang lebih tinggi cenderung memicu inflasi, dan sementara inflasi yang meningkat biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai, suku bunga yang tinggi menekan permintaan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil ini.

Pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS sebesar 37% pada Desember tahun ini, dengan hampir tidak ada peluang penurunan suku bunga saat ini, menurut FedWatch Tool dari CME Group. Sebelum konflik, pasar memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran sangat ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran yang telah berlangsung hampir empat minggu. Ini bertentangan dengan pernyataan menteri luar negeri Iran yang mengatakan negaranya sedang meninjau proposal AS tetapi tidak berniat mengadakan pembicaraan untuk mengakhiri konflik.

"Dalam 24 hingga 48 jam ke depan, (harga emas) hanya akan bereaksi terhadap berita utama tentang negosiasi," kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.

Ia bilang, pergerakan besar yang sesungguhnya mungkin akan terjadi pada awal minggu depan ketika menjadi lebih jelas apakah AS akan melancarkan invasi darat ke Iran pada akhir pekan.

Baca Juga: Timur Tengah Siaga Satu! Enam Negara Arab Ultimatum Serangan Milisi Iran di Irak

Trump telah berjanji untuk menyerang Iran lebih keras jika Teheran gagal menerima bahwa negara itu telah "dikalahkan secara militer," kata sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Rabu.

Sementara itu, harga perak spot turun 2,7% menjadi US$ 69,36 per ons. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×