Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (6/7/2026), mundur dari level tertinggi dalam dua pekan seiring menguatnya dolar Amerika Serikat (AS).
Meski demikian, pelemahan harga emas masih terbatas karena ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) mereda setelah data pasar tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan.
Baca Juga: Inggris, Belanda, Finlandia, dan Polandia Kebut Skema Pendanaan Pertahanan Baru
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 4.163,64 per ons troi pada pukul 14.45 waktu setempat (18.45 GMT), setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 22 Juni.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup naik 1% ke US$ 4.167,50 per ons troi.
"Indeks dolar AS sedikit menguat hari ini dan itu menjadi sentimen negatif bagi emas dalam jangka pendek," ujar analis pasar American Gold Exchange, Jim Wyckoff.
Penguatan dolar AS sebesar 0,1% membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga menekan permintaan.
Di sisi lain, data ketenagakerjaan AS yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni melambat tajam.
Baca Juga: Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Terbesar Rusia
Selain itu, data payroll untuk dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Emas umumnya dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.
Fokus investor selanjutnya tertuju pada risalah rapat Federal Reserve yang akan dirilis Rabu (8/7) untuk mencari petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter bank sentral AS.
"Pelaku pasar akan mencermati risalah rapat tersebut untuk mencari petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter AS. Setiap kejutan dari risalah itu berpotensi menggerakkan pasar," kata Wyckoff.
Baca Juga: Intervensi Trump, UEFA Kecam FIFA yang Tangguhkan Larangan Bermain Folarin Balogun
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September sekitar 57%.
Sementara itu, JPMorgan dalam risetnya yang dirilis Jumat (3/7) memperkirakan permintaan emas dari berbagai sektor tidak akan sekuat yang diperkirakan sebelumnya.
Bank investasi tersebut mempertahankan proyeksi harga emas di US$ 4.300 per ons troi pada kuartal III-2026 dan US$ 4.500 per ons troi pada kuartal IV-2026.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$ 62,17 per ons troi setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 23 Juni.
Harga platinum melemah 0,4% menjadi US$ 1.630,86 per ons troi, sedangkan paladium naik tipis 0,1% menjadi US$ 1.275,43 per ons troi.














