kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Terbesar Rusia


Senin, 06 Juli 2026 / 22:25 WIB
Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang Minyak Terbesar Rusia
ILUSTRASI. Pemandangan menunjukkan pompa minyak di luar Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia, 4 Juni 2023. (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ukraina kembali meningkatkan tekanan terhadap sektor energi Rusia.

Dalam salah satu serangan jarak jauh terdalam sejak perang dimulai, drone Ukraina menghantam kilang minyak Omsk, fasilitas pengolahan minyak terbesar di Rusia yang menjadi aset strategis bagi industri energi negara tersebut.

Serangan ini memperlihatkan bahwa infrastruktur energi Rusia, termasuk fasilitas yang berada jauh di wilayah Siberia, kini semakin rentan terhadap operasi militer Ukraina.

Kondisi tersebut berpotensi mengganggu pasokan bahan bakar domestik sekaligus menambah tekanan terhadap industri minyak Rusia yang selama ini menjadi penopang utama pendapatan negara.

Baca Juga: Serangan Drone Ukraina Hantam Kilang dan Infrastruktur Strategis Rusia

Staf Umum Militer Ukraina menyatakan serangan tersebut memicu kebakaran di kilang Omsk yang berlokasi sekitar 2.700 kilometer dari wilayah yang dikuasai Ukraina, dekat perbatasan Rusia-Kazakhstan.

"Serangan menyebabkan kebakaran di kilang Omsk," demikian pernyataan Staf Umum Militer Ukraina.

Kilang Omsk milik Gazprom Neft merupakan salah satu aset paling penting dalam rantai pasok energi Rusia.

Berdasarkan sumber Reuters, fasilitas tersebut mengolah sekitar 23 juta metrik ton minyak sepanjang tahun lalu, atau setara sekitar 460.000 barel per hari.

Hingga kini belum diketahui seberapa besar kerusakan yang ditimbulkan maupun dampaknya terhadap operasional kilang. Jika produksi terganggu dalam waktu lama, pasokan bahan bakar di Rusia berpotensi kembali tertekan.

Baca Juga: Drone Milik Ukraina Hantam Infrastruktur Energi Rusia, Satu Orang Tewas

Di sisi lain, Gubernur Wilayah Omsk, Vitaly Khotsenko, mengonfirmasi adanya serangan drone ke kilang tersebut. Ia menyebut sebagian besar drone berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Rusia dan tidak ada korban jiwa.

"Tidak ada korban, dan layanan darurat sedang bekerja di lokasi," kata Khotsenko.

Serangan ke Omsk merupakan bagian dari operasi yang lebih luas terhadap infrastruktur energi Rusia.

Dalam semalam, militer Ukraina juga menyerang pelabuhan Ust-Luga dan Vysotsk di Laut Baltik yang menjadi jalur ekspor minyak Rusia, serta sejumlah sasaran di wilayah Kaluga dan Yaroslavl.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina terus meningkatkan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas logistik energi Rusia.

Baca Juga: Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Kilang NORSI, Produksi Energi Rusia Terancam

Rangkaian serangan tersebut beberapa kali memicu gangguan pasokan bahan bakar di berbagai wilayah Rusia yang membentang dalam 11 zona waktu.

Sementara itu, di Krimea yang dianeksasi Rusia pada 2014, otoritas setempat melaporkan seorang perempuan tewas akibat serangan di pelabuhan Kerch. Kota Sevastopol, kota terbesar di semenanjung tersebut, juga mengalami pemadaman listrik setelah serangan berlangsung. 


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×