kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia dan Fasilitas Rudal di Penza


Rabu, 01 Juli 2026 / 16:38 WIB
Ukraina Serang Kilang Minyak Rusia dan Fasilitas Rudal di Penza
ILUSTRASI. Serangan Ukraina menyasar kilang minyak dan pabrik rudal strategis Rusia. (Gleb Garanich/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ukraina kembali meningkatkan serangan jarak jauhnya ke wilayah Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Rabu (1/7/2026) menyatakan bahwa pasukan Ukraina berhasil menyerang sebuah kilang minyak Rusia di Kota Ufa, yang berjarak lebih dari 1.300 kilometer dari garis depan pertempuran. Ini merupakan serangan kedua terhadap fasilitas tersebut.

Menurut Zelensky, serangan itu merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk terus menekan Rusia melalui operasi jarak jauh yang menyasar infrastruktur strategis.

"Setiap hari, rencana kami untuk menerapkan sanksi jarak jauh ala Ukraina terus dijalankan. Ini merupakan respons yang sepenuhnya adil atas segala tindakan yang dilakukan Rusia terhadap kami," tulis Zelensky melalui akun X.

Selain kilang minyak di Ufa, Zelensky juga mengungkapkan bahwa Ukraina menyerang sebuah fasilitas industri militer strategis Rusia di wilayah Penza. Fasilitas tersebut disebut memproduksi berbagai komponen untuk sistem rudal yang digunakan Moskow dalam menyerang Ukraina.

Baca Juga: Bursa Global Lesu, Menanti Data Tenaga Kerja AS dan Arah Suku Bunga The Fed

Lokasi fasilitas itu berada sekitar 600 kilometer dari garis depan perang.

Staf Umum Militer Ukraina mengidentifikasi pabrik tersebut sebagai bagian dari Roscosmos, badan antariksa milik pemerintah Rusia. Menurut militer Ukraina, pabrik itu memproduksi sensor untuk rudal jelajah dan rudal balistik, komponen avionik pesawat tempur, serta peralatan bagi satelit pengintaian.

Di saat yang sama, Staf Umum Ukraina juga melaporkan serangan terhadap dua jembatan di wilayah Donetsk dan Luhansk yang diduduki Rusia, serta satu jalur logistik penting di wilayah Donetsk.

Targetkan Jalur Logistik Rusia

Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina meningkatkan intensitas serangan terhadap jalur pasokan militer Rusia sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan rantai logistik Moskow yang berada jauh di belakang garis depan.

Sejumlah analis menilai strategi tersebut mulai memberikan dampak terhadap kemampuan Rusia dalam menopang operasi militernya setelah konflik berlangsung lebih dari empat tahun.

Baca Juga: Timnas Iran Sebut Meksiko Rumah Kedua, Singgung Ketidakadilan di Piala Dunia

Kementerian Pertahanan Ukraina menyebutkan bahwa sepanjang Juni, pasukannya telah menyerang 11 kilang minyak Rusia, selain fasilitas logistik bahan bakar, pabrik militer, dan berbagai target strategis lainnya.

Secara terpisah, Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengklaim berhasil menyerang hanggar yang digunakan untuk menyimpan jet tempur Rusia di sebuah pangkalan udara di Crimea, wilayah yang dianeksasi Rusia pada 2014.

Pekan lalu, Zelensky mengatakan dirinya telah menyetujui kampanye selama 40 hari untuk "memberikan tekanan kepada Rusia" agar mengakhiri perang yang kini telah memasuki tahun kelima.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×