Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melonjak sekitar 2% pada perdagangan Selasa (14/4/2-26), didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya harapan akan dimulainya kembali perundingan antara AS dan Iran yang meredakan kekhawatiran inflasi.
Melansir Reuters, harga emas spot tercatat naik 2% ke level US$ 4.831,78 per ons troi pada pukul 13.34 waktu setempat. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 1,7% ke US$ 4.850,10 per ons troi.
Baca Juga: Ekspor China Kehilangan Tenaga, Sinyal Risiko Ekonomi
Optimisme pasar muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik Iran berpotensi dilanjutkan di Pakistan dalam beberapa hari ke depan.
Pernyataan ini muncul setelah negosiasi sebelumnya gagal dan mendorong Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran.
Analis pasar menilai, arah harga emas ke depan sangat bergantung pada perkembangan perundingan tersebut.
“Arah pasar emas akan ditentukan oleh bagaimana jalannya pembicaraan di Pakistan dan sejauh mana progres yang dicapai menjelang akhir pekan. Jika ada kabar positif, logam mulia berpotensi melanjutkan kenaikan,” ujar Bob Haberkorn dari RJO Futures.
Baca Juga: ETF Aktif Laris, Laba BlackRock Melonjak di Kuartal I-2026
Selain faktor geopolitik, pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak turut menjadi katalis positif bagi emas.
Dolar yang lebih lemah membuat emas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi investor global.
Di sisi lain, data menunjukkan harga produsen AS pada Maret naik lebih rendah dari ekspektasi, seiring biaya jasa yang stagnan. Meski demikian, lonjakan harga energi akibat konflik Iran masih memicu tekanan inflasi.
Sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, emas biasanya diminati saat ketidakpastian meningkat.
Namun, kenaikan suku bunga dapat menekan daya tarik emas karena tidak memberikan imbal hasil.
Baca Juga: Italia Resmi Stop Perjanjian Militer dengan Israel, Ini Alasan PM Giorgia Meloni
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Federal Reserve sebesar 33% pada tahun ini, turun dibandingkan ekspektasi sebelum konflik yang memperkirakan dua kali penurunan suku bunga.
Analis Commerzbank menilai selama pasar tidak mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga oleh The Fed, harga emas kemungkinan tidak akan mengalami penurunan signifikan.
Kenaikan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melonjak 5,2% menjadi US$ 79,48 per ons troi. Platinum naik 1,3% ke US$ 2.096,91, sementara paladium menguat 0,7% ke US$ 1.585,21 per ons troi.













