kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   -1.000   -0,03%
  • USD/IDR 16.791   2,00   0,01%
  • IDX 8.980   4,90   0,05%
  • KOMPAS100 1.240   -4,48   -0,36%
  • LQ45 876   -6,31   -0,72%
  • ISSI 331   0,57   0,17%
  • IDX30 444   -6,39   -1,42%
  • IDXHIDIV20 519   -14,10   -2,64%
  • IDX80 138   -0,67   -0,49%
  • IDXV30 144   -3,64   -2,47%
  • IDXQ30 142   -2,84   -1,95%

Harga Emas Melonjak ke Rekor Tertinggi, Investor Berburu Aset Aman


Rabu, 28 Januari 2026 / 05:02 WIB
Harga Emas Melonjak ke Rekor Tertinggi, Investor Berburu Aset Aman
ILUSTRASI. Harga emas (Sven Hoppe/DPA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga emas dunia melonjak lebih dari 3% dan menembus rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (27/1/2026), seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang mendorong investor beralih ke aset aman.

Emas spot sempat menyentuh level tertinggi di US$5.181,84 per ons pada pukul 15.57 waktu setempat. 

Sehari sebelumnya, harga emas telah menembus batas psikologis US$5.000 per ons untuk pertama kalinya. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup relatif stabil di US$5.082,60 per ons.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik lebih dari 18%, melanjutkan reli kuat tahun lalu. 

Baca Juga: Harga Emas Memperpanjang Rekor Tertinggi, Didorong Permintaan Safe Haven yang Kuat

Kenaikan tersebut ditopang kombinasi faktor, mulai dari meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, hingga pembelian emas oleh bank sentral di tengah tren dedolarisasi global.

Analis Bank of America, Michael Widmer, menilai faktor pendorong reli emas belum mereda. 

Kekhawatiran pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana penerapan tarif baru atas impor dari Korea Selatan. Selain itu, risiko penutupan sebagian pemerintahan AS juga membayangi menjelang tenggat pendanaan pada 30 Januari.

Pelaku pasar kini mencermati rapat kebijakan dua hari bank sentral AS (The Fed) yang dimulai Selasa. Suku bunga diperkirakan tetap, namun perhatian tertuju pada konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell, di tengah kekhawatiran terhadap independensi bank sentral. 

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi di Atas US$ 5.100, Investor Berburu Aset Safe Haven

Sejumlah bank besar, seperti Deutsche Bank dan Societe Generale, bahkan memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$6.000 per ons hingga akhir tahun.

Aktivitas perdagangan logam juga mencetak rekor. CME Group melaporkan kompleks logamnya mencapai rekor transaksi harian 3,34 juta kontrak pada 26 Januari, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Oktober 2025.

Tak hanya emas, perak juga melonjak tajam. Harga perak spot naik 7,7% ke US$111,84 per ons, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor US$117,69 per ons. 

Tahun ini, harga perak telah melesat lebih dari 57%, setelah melonjak 146% sepanjang tahun lalu. Meski demikian, volatilitas tinggi masih membayangi pasar perak.

Baca Juga: Harga Emas Menguat, Terdorong Data Tenaga Kerja AS yang Melampaui Ekspektasi

Sebaliknya, platinum turun 5,1% ke US$2.616,05 per ons setelah sebelumnya mencetak rekor, sementara paladium melemah 3,2% ke US$1.919,08 per ons.

Selanjutnya: Jatah Gas Melon Dibatasi! Ini Batas Maksimal Pembelian per KK

Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Terbaru Untuk Hari Ini Rabu 28 Januari 2026




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×