kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.778   37,00   0,21%
  • IDX 6.453   47,19   0,74%
  • KOMPAS100 839   5,33   0,64%
  • LQ45 635   2,06   0,33%
  • ISSI 227   2,38   1,06%
  • IDX30 355   0,73   0,21%
  • IDXHIDIV20 433   0,72   0,17%
  • IDX80 96   0,58   0,61%
  • IDXV30 121   0,58   0,49%
  • IDXQ30 113   0,05   0,04%

Harga Emas Menguat Hampir 1%: Pasar Menanti Pidato Ketua The Fed Warsh


Kamis, 27 Agustus 2026 / 10:35 WIB
Harga Emas Menguat Hampir 1%: Pasar Menanti Pidato Ketua The Fed Warsh
ILUSTRASI. Harga emas spot menguat hampir 1% di tengah penantian pasar terhadap pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat (28/8/2026) (REUTERS/Francis Kokoroko)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas menguat pada perdagangan pagi ini karena kekhawatiran penurunan nilai mata uang masih ada.  Sementara, perhatian beralih ke pernyataan yang sangat diantisipasi dari Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh pada pekan ini.

Kamis (27/8/2026) pukul 10.15 WIB, harga emas di pasar spot naik 0,8% menjadi US$ 4.630,09 per ons troi. Sejalan, harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman Desember 2026 menguat 0,7% ke US$ 4.685,50.

Narasi penurunan nilai dolar AS, ditambah dengan kekhawatiran terhadap defisit anggaran AS, tetap mendukung emas dalam jangka menengah, kata Kelvin Wong, analis pasar senior di OANDA.

Harga emas naik lebih dari 5% pada minggu lalu setelah langkah Departemen Keuangan AS untuk memperluas pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang. Pengumuman ini memicu kekhawatiran penurunan nilai dolar AS.

Baca Juga: Banjir Dahsyat Nepal Tewaskan 162 Orang, Tim Penyelamat Masih Cari Korban Hilang

Pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh pada simposium tahunan Jackson Hole di Wyoming diperkirakan akan diawasi dengan ketat untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

“Pasar sedang menunggu pidatonya untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut mengenai bagaimana The Fed akan menavigasi lanskap perekonomian saat ini. Jika ia tidak memberikan panduan kebijakan moneter spesifik ke depan, ekspektasi pasar saat ini terhadap kenaikan suku bunga kemungkinan besar tidak akan berubah,” tambah Wong.

Pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada bulan September sebesar 36,5% dan peluang sebesar 72,7% pada bulan Desember, menurut CME FedWatch Tool.

Data pada hari Rabu (26/8/2026) menunjukkan bahwa inflasi tahunan AS secara tak terduga tetap stabil pada bulan Juli, jauh di atas target The Fed sebesar 2% untuk bulan ke-65 secara berturut-turut, dan jeda dalam penurunan dari puncaknya yang dipicu oleh perang Iran baru-baru ini kemungkinan akan menambah ketegangan perdebatan di bank sentral mengenai apakah suku bunga harus diangkat atau dipertahankan stabil.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan ekonomi, namun suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tariknya karena tidak memberikan bunga.

Baca Juga: Indeks Nikkei Berbalik Melemah, Terseret Pelemahan Saham Advantest

Di bidang geopolitik, perdana menteri Qatar akan mengunjungi Teheran untuk meluncurkan kembali diplomasi setelah AS dan Iran saling tuduh atas janji Washington untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran dengan menargetkan mitra dagangnya untuk terkena sanksi.

Sementara itu, harga perak spot menguat 1,7% menjadi US$ 69,28 per ons troi dan harga platinum juga naik 1,1% menjadi US$ 1.848,57 dan paladium naik 0,5% menjadi US$ 1.334,49 per ons troi.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×