kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.069   -8,00   -0,04%
  • IDX 5.692   -147,63   -2,53%
  • KOMPAS100 754   -18,04   -2,34%
  • LQ45 567   -14,29   -2,46%
  • ISSI 199   -4,04   -1,99%
  • IDX30 321   -7,87   -2,39%
  • IDXHIDIV20 396   -10,45   -2,57%
  • IDX80 85   -1,87   -2,15%
  • IDXV30 108   -3,45   -3,10%
  • IDXQ30 104   -2,46   -2,31%

Harga Emas Terkoreksi dan Menuju Penurunan Mingguan Imbas Ketegangan di Timur Tengah


Jumat, 05 Juni 2026 / 13:16 WIB
Harga Emas Terkoreksi dan Menuju Penurunan Mingguan Imbas Ketegangan di Timur Tengah
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas turun pada Jumat (5/6/2026) dan diperkirakan akan mengalami kerugian mingguan, karena ketegangan di Timur Tengah meredam harapan akan kesepakatan perdamaian AS-Iran di tengah meningkatnya inflasi dan kekhawatiran kenaikan suku bunga.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.445,51 per ons pada pukul 0548 GMT. Harga emas telah turun sekitar 2% sepanjang minggu ini.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus turun 0,7% menjadi US$ 4.471,70.

Milisi Hizbullah yang didukung Iran menolak gencatan senjata baru di Lebanon dan Israel mengatakan tidak akan menarik pasukan dari negara tersebut, yang melemahkan upaya Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan pertempuran di sana guna menjalin perdamaian dengan Teheran.

Baca Juga: Bank Sentral India Tahan Suku Bunga di Level 5,25%, Saat Rupee Melemah

"Beberapa pesimisme seputar penyelesaian konflik Iran berdampak negatif terhadap emas," kata Nicholas Frappell, kepala pasar institusional global di ABC Refinery. 

"Saya pikir trennya adalah memperkirakan pasar suku bunga yang lebih ketat, yang juga membebani emas."

Pejabat Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid, mengatakan pada hari Kamis bahwa pilihan bank sentral AS sekarang adalah antara bersabar dan mempertahankan suku bunga tetap stabil atau menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi yang telah berada di atas target selama bertahun-tahun.

Sementara itu, Pejabat Fed San Francisco, Mary Daly, mengatakan jalur suku bunga AS akan bergantung pada bagaimana perekonomian berkembang, menambahkan bahwa kebijakan moneter "berada di tempat yang baik" dan Fed siap untuk merespons "dengan cara apa pun."

Baca Juga: Perjalanan Luar Negeri Perdana Xi Jinping di 2026: Kunjungi Korea Utara Pekan Depan

Pasar memperkirakan kenaikan suku bunga Fed sebelum akhir tahun, dengan peluang 51% untuk kenaikan tersebut sebelum Desember, menurut alat FedWatch dari CME Group.

Para investor kini menantikan data nonfarm payroll AS bulan Mei, yang akan dirilis hari ini, untuk mengukur arah kebijakan moneter The Fed.

Permintaan emas di India lesu minggu ini karena pembeli tetap berada di luar pasar akibat harga luar negeri yang bergejolak, sementara premi di China menurun.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×