kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.015   30,00   0,17%
  • IDX 5.904   -82,27   -1,37%
  • KOMPAS100 769   -12,75   -1,63%
  • LQ45 586   -8,69   -1,46%
  • ISSI 203   -2,77   -1,34%
  • IDX30 332   -4,54   -1,35%
  • IDXHIDIV20 411   -4,94   -1,19%
  • IDX80 87   -1,43   -1,61%
  • IDXV30 111   -1,64   -1,45%
  • IDXQ30 107   -1,25   -1,16%

Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan Rabu (8/7) Pagi, Dipicu Ketegangan AS-Iran


Rabu, 08 Juli 2026 / 08:38 WIB
Harga Emas Turun ke Level Terendah Sepekan Rabu (8/7) Pagi, Dipicu Ketegangan AS-Iran
ILUSTRASI. Logam Mulia - Harga Emas (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah ke level terendah dalam hampir sepekan pada perdagangan Rabu (8/7/2026).

Penurunan dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak serta penguatan dolar AS, sehingga memicu kekhawatiran bahwa inflasi akan tetap tinggi dan suku bunga bertahan di level tinggi lebih lama.

Baca Juga: KTT NATO Diwarnai Kontrak Senjata Jumbo, Trump Kembali Kritik Sekutu

Melansir Reuters hingga pukul 01.07 GMT, harga emas spot turun 0,1% menjadi US$ 4.100,32 per ons troi, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 2 Juli.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,1% menjadi US$ 4.112,50 per ons troi.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh aksi militer terbaru Amerika Serikat terhadap Iran. Pada Selasa (7/7), militer AS melancarkan gelombang serangan baru sekaligus mencabut lisensi yang mengizinkan Iran menjual minyak mentahnya.

Langkah tersebut diambil setelah tiga kapal tanker diserang di Selat Hormuz, sehingga meningkatkan tekanan terhadap gencatan senjata yang masih rapuh.

Baca Juga: Saham Chip Korea Selatan Merosot Rabu (8/7), Ikuti Aksi Jual Saham Semikonduktor AS

Eskalasi konflik tersebut mendorong harga minyak mentah AS melonjak hampir 3% pada awal perdagangan Rabu, melanjutkan penguatan dari sesi sebelumnya.

Di saat yang sama, dolar AS bertahan di level tertinggi dalam sepekan terhadap sebagian besar mata uang utama.

Kondisi tersebut turut mengubah ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch, peluang bank sentral AS (Federal Reserve) menaikkan suku bunga pada September meningkat menjadi lebih dari 67%, dari sekitar 57% sehari sebelumnya.

Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 Juni yang dijadwalkan dirilis Rabu waktu setempat.

Baca Juga: Bursa Australia Anjlok 1% Rabu (8/7), Saham Tambang dan Bank Jadi Pemberat

Dokumen tersebut diharapkan memberikan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.

Sementara itu, laporan Federal Reserve Bank of New York menunjukkan konsumen AS semakin khawatir terhadap tekanan inflasi jangka pendek pada Juni.

Di Asia, bank sentral China melaporkan kenaikan cadangan emas bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun pada Juni, meski harga emas sedang mengalami koreksi.

Pada saat yang sama, otoritas Beijing dan Hong Kong meluncurkan sejumlah kebijakan untuk memperkuat perdagangan mata uang, obligasi, dan emas di Hong Kong.

Baca Juga: Dolar AS Sentuh Level Tertinggi Sepekan Rabu (8/7), Setelah AS Kembali Serang Iran

Hong Kong juga resmi meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas serta kembali mengaktifkan perdagangan kontrak berjangka emas dalam denominasi dolar AS.

Selain itu, otoritas setempat tengah mengkaji peluncuran kontrak berjangka emas berdenominasi yuan sebagai bagian dari upaya menjadikan Hong Kong sebagai pusat cadangan emas regional.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,3% menjadi US$ 59,82 per ons troi. Harga platinum melemah 1,2% menjadi US$ 1.620,38 per ons troi, sedangkan palladium turun 1,6% menjadi US$ 1.256,25 per ons troi.




TERBARU

[X]
×