kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Harga Energi Melesat, Neraca Dagang Uni Eropa Berbalik Defisit €13,8 Miliar


Selasa, 15 September 2026 / 16:57 WIB
Harga Energi Melesat, Neraca Dagang Uni Eropa Berbalik Defisit €13,8 Miliar
ILUSTRASI. Pada Juli, UE mencatat surplus perdagangan barang dengan negara-negara di luar blok sebesar €8,0 miliar (REUTERS/Yves Herman)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BRUSSEL. Neraca dagang Uni Eropa (UE) berbalik menjadi defisit pada periode Januari-Juli 2026. Uni Eropa mencatat defisit perdagangan sebesar €13,8 miliar, berbanding terbalik dengan surplus €84,0 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Mengutip publikasi Eurostat, lembaga statistik Uni Eropa, Selasa (15/9/2026), defisit neraca dagang terjadi lantaran kinerja ekspor UE ke luar blok justru melemah. Sementara impor meningkat cukup signifikan.

Eurostat juga mencatat ekspor ke negara-negara di luar UE selama Januari-Juli 2026 mencapai €1.565,1 miliar, turun 0,6% dibandingkan periode yang sama 2025. Sebaliknya, impor ke kawasan tersebut naik 5,9% menjadi €1.578,9 miliar.

Dengan perkembangan tersebut, posisi perdagangan UE dengan negara-negara di luar blok berubah drastis. Pada Januari-Juli 2025, UE masih mencatat surplus €84,0 miliar.

Dalam tujuh bulan pertama 2026, surplus tersebut berubah menjadi defisit €13,8 miliar. Artinya, perubahan posisi neraca perdagangan mencapai €97,8 miliar dalam setahun.

Baca Juga: Korsel Disebut Siap Umumkan Investasi US$350 Miliar di AS

Perubahan tersebut terutama terlihat dari kesenjangan pertumbuhan ekspor dan impor. Ekspor ke kawasan di luar UE turun 0,6%, sedangkan impor meningkat 5,9%.

Pada saat yang sama, perdagangan antarnegara anggota UE justru tumbuh. Perdagangan intra-UE mencapai €2.581,6 miliar pada Januari-Juli 2026, naik 6,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, tekanan terhadap neraca perdagangan mulai mereda pada Juli. Pada bulan tersebut, UE mencatat surplus perdagangan barang dengan negara-negara di luar blok sebesar €8,0 miliar. Angka itu meningkat dari surplus €2,4 miliar pada Juni, tetapi masih lebih rendah dibandingkan surplus €9,8 miliar pada Juli 2025.

Pada Juli 2026, ekspor ke luar kawasan UE mencapai €247,1 miliar, tumbuh 7,8% dibandingkan Juli 2025. Sementara itu, impor dari luar UE mencapai €239,1 miliar, tumbuh lebih cepat sebesar 9,0%. Dengan demikian, meskipun ekspor meningkat secara tahunan, laju kenaikan impor tetap lebih tinggi.

Jika dilihat berdasarkan kelompok produk, energi menjadi salah satu sumber tekanan terbesar terhadap neraca perdagangan UE. Pada Juli 2026, ekspor energi mencapai €13,3 miliar atau tumbuh 30,3% secara tahunan.

Baca Juga: Apple Diselidiki Regulator India Terkait Kerusakan iPhone Setelah Update iOS 18

Namun, impor energi mencapai €41,3 miliar, naik 13,9%, sehingga kelompok ini mencatat defisit €28,0 miliar. Defisit tersebut lebih besar dibandingkan €26,1 miliar pada Juli 2025.

Dari sisi mitra dagang, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar bagi UE pada Juli 2026. Ekspor UE ke AS mencapai €49,1 miliar atau tumbuh 10,7%, sementara impor dari AS turun 1,9% menjadi €31,2 miliar. Kondisi tersebut menghasilkan surplus perdagangan UE dengan AS sebesar €17,9 miliar, naik dari €12,6 miliar pada Juli 2025.

Sebaliknya, China menjadi sumber defisit perdagangan terbesar. Ekspor UE ke China turun 1,6% menjadi €17,4 miliar, sedangkan impor dari China meningkat 8,0% menjadi €53,9 miliar. Alhasil, defisit perdagangan UE dengan China melebar menjadi €36,5 miliar pada Juli 2026 dari €32,3 miliar setahun sebelumnya.

Perkembangan berbeda juga terlihat dalam perdagangan UE dengan sejumlah negara Asia. Ekspor ke Taiwan meningkat 42,1% menjadi €3,7 miliar, sementara impor dari Taiwan naik 43,8% menjadi €5,5 miliar. Dengan Jepang, ekspor UE tumbuh 7,7% dan impor naik 13,1%. Sementara itu, ekspor ke India meningkat 17,3% dan impor naik 10,0%.

Baca Juga: Malaysia Naikkan Harga Referensi Minyak Sawit Mentah Oktober, Bea Ekspor Tetap 10%

Untuk zona euro, kondisinya relatif lebih kuat. Pada Juli 2026, kawasan negara-negara pengguna euro mencatat surplus perdagangan barang sebesar €14,2 miliar dengan negara-negara di luar kawasan, naik dari €10,7 miliar pada Juli 2025. Ekspor zona euro mencapai €276,0 miliar atau naik 9,0%, sedangkan impor mencapai €261,8 miliar atau naik 7,9%.

Meski demikian, surplus di negara zona euro sepanjang Januari-Juli 2026 menyusut tajam menjadi €17,0 miliar dari €92,8 miliar pada periode yang sama 2025. Dalam periode tersebut, ekspor zona euro naik 1,2% menjadi €1.763,6 miliar, sementara impor tumbuh jauh lebih cepat, yakni 5,8%, menjadi €1.746,6 miliar.

Eurostat menyatakan angka dalam rilis ini masih bersifat sementara dan didasarkan pada informasi yang diterima dari negara-negara anggota hingga 11 September 2026.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×