kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Portugal Tolak Tentara Uni Eropa, Tegaskan Tetap Andalkan NATO


Rabu, 15 April 2026 / 15:43 WIB
Portugal Tolak Tentara Uni Eropa, Tegaskan Tetap Andalkan NATO
ILUSTRASI. NATO Secretary General visits the United States (NATO/NATO)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - LISBON. Portugal menegaskan penolakannya terhadap rencana pembentukan tentara gabungan Uni Eropa. Pemerintah memilih fokus memperkuat militer nasional dalam kerangka aliansi NATO yang dipimpin Amerika Serikat, di tengah perbedaan sikap dengan Spanyol.

Menteri Pertahanan Portugal Nuno Melo menyatakan negaranya tidak mendukung ide pembentukan satu angkatan bersenjata Eropa. 

"Kami tidak mendukung tentara Eropa tunggal," ujarnya di parlemen. Ia menegaskan, prioritas Portugal adalah memastikan militernya siap menjalankan tugas dalam NATO.

Portugal merupakan salah satu anggota pendiri NATO dan memandang Amerika Serikat (AS) sebagai mitra transatlantik yang krusial. 

Karena itu, arah kebijakan pertahanan tetap berfokus pada modernisasi dan penguatan kapasitas militer dalam kerangka aliansi tersebut, bukan membangun struktur baru di luar NATO.

Sikap ini kontras dengan Spanyol yang mendorong Uni Eropa bergerak menuju pembentukan tentara bersama. 

Baca Juga: Tony Blair: Uni Eropa Harus Melakukan Reformasi atau Tersisih dari AS dan China

Madrid menilai langkah itu penting sebagai upaya memperkuat daya tangkal kawasan, terutama di tengah ketidakpastian komitmen keamanan AS terhadap Eropa.

Namun, wacana tersebut mendapat penolakan dari sejumlah pihak, termasuk Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte. 

Ia menilai pembentukan tentara Eropa justru akan membebani negara anggota dengan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan komitmen belanja pertahanan NATO.

Di sisi lain, Portugal terus meningkatkan anggaran militernya. Pada 2025, belanja pertahanan negara itu mencapai 6,12 miliar euro atau setara 2% dari produk domestik bruto (PDB), lebih cepat empat tahun dari target awal. 

Baca Juga: Keputusan Uni Eropa: Gas Rusia Resmi Dilarang Total Mulai 2027!

Sebagai perbandingan, pada 2024 anggaran pertahanan masih berada di kisaran 4,5 miliar euro atau 1,58% PDB.

Langkah serupa juga dilakukan Spanyol yang telah mencapai target 2% PDB dengan belanja pertahanan sebesar 33,5 miliar euro, melonjak 44,5% dibanding tahun sebelumnya.

Untuk memperkuat militernya, Portugal juga mengajukan pinjaman murah sebesar 5,8 miliar euro dari Uni Eropa.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan berbagai alutsista seperti fregat, kendaraan lapis baja, satelit, dan drone yang ditargetkan mulai tersedia pada 2030.

Baca Juga: Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Baru bagi Iran, IRGC Segera Masuk Daftar Organisasi Teroris

Pendanaan ini merupakan bagian dari program Security Action for Europe (SAFE), inisiatif Uni Eropa senilai 150 miliar euro untuk memperkuat kemampuan pertahanan kawasan, menutup celah strategis, serta mendorong pengadaan alat militer secara bersama.

Dengan sikap ini, Portugal menegaskan arah kebijakan pertahanannya: tetap bertumpu pada NATO, bukan membangun kekuatan militer baru di bawah Uni Eropa.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×