kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Harga komoditas tambang naik, surplus perdagangan Australia makin gemuk


Rabu, 03 Juli 2019 / 16:34 WIB
Harga komoditas tambang naik, surplus perdagangan Australia makin gemuk


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Australia memperpanjang rekor surplus perdagangannya pada bulan Mei lalu karena tren kenaikan harga bijih besi yang merupakan andalan ekspor utama negara tersebut. Hal ini menjadi suplemen bagi pemerintah untuk mempercepat roda ekonomi dengan lebih banyak uang tunai yang didapat.

Seperti diberitakan Reuters, Australia sebenarnya tengah memperketat kebijakan finansial. Bank sentral Australia telah memotong suku bunga acuannya ke level terendah sepanjang sejarah yakni sebesar 1%.

Bank sentral juga telah berulang kali mendesak pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Scott Morrison untuk mendorong pengeluaran guna menopang pertumbuhan ekonomi.

Dengan tren positif ini, pemerintah akan memiliki lebih banyak uang tunai berkat permintaan dan harga produk Australia yang makin kuat, terutama bijih besi dan batubara. Hal ini memungkinkan Morrison untuk mencatatkan surplus anggaran pertama dalam satu dekade.

Data perdagangan Australia menunjukkan surplus perdagangan membengkak menjadi A$ 5,75 miliar atau setara US$ 4 miliar pada Mei lalu karena nilai ekspor yang jauh melampaui impor.

"Harga komoditas yang lebih tinggi meningkatkan keuntungan pertambangan dan pada gilirannya juga mendorong pendapatan pajak, sehingga memberikan fleksibilitas pada pemerintah Federal terkait kebijakan fiskal," kata ekonom Westpac Andrew Hanlan.

Sebelumnya Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA) Philip Lowe telah menyoroti pentingnya belanja infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan lapangan kerja. Hal tersebut diperlukan karena kebijakan moneter saja tak cukup kuat untuk mewujudkan hal tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×