kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Minyak Kembali Turun 1%, di Tengah Kekhawatiran Penundaan Pertemuan OPEC+


Jumat, 24 November 2023 / 05:59 WIB
Harga Minyak Kembali Turun 1%, di Tengah Kekhawatiran Penundaan Pertemuan OPEC+
ILUSTRASI. harga minyak lanjutkan pelemahan


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak turun sekitar 1% pada hari Kamis (23/11), memperpanjang penurunan di tengah ekspektasi bahwa OPEC+ mungkin tidak memperdalam pengurangan produksi tahun depan setelah kelompok produsen tersebut menunda pertemuan kebijakannya.

Kamis (23/11) pukul 03.30 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Januari 2024 turun 68 sen, atau sekitar 0,8% ke US$ 81,28 per barel setelah jatuh sebanyak 4% pada hari Rabu.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga turun 75 sen, atau 1%, menjadi $76,35 setelah turun sebanyak 5% di sesi sebelumnya.

Aktivitas perdagangan minyak pada sesi ini sepi karena hari libur Thanksgiving di pasar Amerika Serikat (AS).

Sentimen bagi minyak datang setelah langkah mengejutkan dari OPEC+ yang memilih menunda pertemuan tingkat menteri menjadi 30 November 2023. Padahal, dalam pertemuan itu disinyalir akan membahas pengurangan produksi minyak.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Perpanjang Penurunannya Kamis (23/11), WTI ke US$76,24

Para produsen sedang berjuang untuk menyepakati tingkat produksi menjelang pertemuan yang awalnya ditetapkan pada 26 November, kata sumber OPEC+, yang menunjukkan bahwa ketidaksepakatan tersebut sebagian besar terkait dengan negara-negara Afrika.

Anggota OPEC+, Angola dan Nigeria, menargetkan produksi minyak yang lebih tinggi, kata para pejabat kepada Reuters pada hari Kamis.

“Kami pikir Nigeria dapat diredakan karena kepemimpinannya menghargai keanggotaan lamanya di OPEC dan meningkatkan hubungan dengan Arab Saudi,” kata analis RBC Capital Markets, Helima Croft.

“Namun, mungkin akan lebih sulit untuk menjembatani kesenjangan dengan Angola, yang merupakan anggota kelompok produsen yang lebih murung sejak bergabung pada tahun 2007.”

Pergerakan ke bawah tampak berlebihan dan pasar kemungkinan akan menguat minggu depan setelah para pedagang kembali dari liburan Thanksgiving, kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.

Pertanyaan mengenai pasokan OPEC+ muncul ketika data menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS melonjak 8,7 juta barel pada minggu lalu, jauh lebih besar dari perkiraan analis sebanyak 1,16 juta barel.

Dari sisi permintaan, terdapat berita yang lebih suram. Meskipun survei menunjukkan penurunan aktivitas bisnis zona euro mereda pada bulan November, data menunjukkan ekonomi blok tersebut akan kembali berkontraksi pada kuartal ini karena konsumen terus membatasi pengeluaran.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×