Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Selama proses itu, Warsh menyampaikan agenda reformasi besar bagi bank sentral AS yang menurutnya mulai kehilangan arah sejak ia mundur sebagai gubernur The Fed pada 2011 karena menolak kebijakan pembelian obligasi.
Namun kini, tantangan terbesarnya adalah menentukan apakah perlu menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi bergerak makin jauh dari target 2% The Fed, atau justru mempertaruhkan kredibilitasnya sebagai pejuang antiinflasi sejak awal masa jabatan.
“Inflasi adalah pilihan The Fed,” kata Warsh dalam sidang konfirmasi Senat AS.
The Fed sendiri telah gagal mencapai target inflasi selama lebih dari lima tahun dan saat ini inflasi berada lebih dari satu poin persentase di atas sasaran tersebut.
Pilihan Sulit di Depan Mata
Upaya menurunkan inflasi sering kali membutuhkan keputusan sulit yang dapat berbenturan dengan kebijakan pemerintahan Trump maupun target penciptaan lapangan kerja The Fed.
Sejak awal menjabat sebagai ketua The Fed ke-11, Warsh akan terus diawasi pasar obligasi global yang mulai mendorong kenaikan imbal hasil obligasi akibat kekhawatiran inflasi.
Ia juga akan menghadapi tekanan dari kolega seperti Waller yang mulai memberi sinyal perlunya suku bunga lebih tinggi, serta tekanan politik dari Trump yang sebelumnya menganggap kenaikan suku bunga sebagai ancaman terhadap program ekonominya.
Pertemuan The Fed berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 16-17 Juni mendatang, saat para pejabat menentukan suku bunga dan memperbarui proyeksi ekonomi.
Salah satu keputusan penting pertama Warsh adalah apakah ia akan mengungkap proyeksi suku bunga versinya sendiri melalui “dot plot” The Fed. Langkah itu akan memperlihatkan apakah pandangannya sejalan dengan kolega-koleganya yang pernah ia kritik karena “groupthink”, atau justru menjadi pandangan ekstrem yang dapat semakin membingungkan pasar.
Tonton: China Bikin “Payung Luar Angkasa”! Teknologi Baru Penantang Starlink Elon Musk
Faktor Tekanan terhadap The Fed
| Faktor | Dampak |
|---|---|
| Harga minyak di atas US$ 100/barel | Memicu inflasi |
| Tarif impor tinggi | Menambah tekanan harga |
| Lonjakan biaya AI dan utilitas | Mendorong biaya ekonomi |
| Sentimen konsumen AS anjlok | Risiko perlambatan ekonomi |
| Tekanan politik dari Trump | Tantangan independensi The Fed |
Posisi Kebijakan The Fed
| Isu | Kondisi Saat Ini |
|---|---|
| Target inflasi The Fed | 2% |
| Inflasi AS saat ini | >3% |
| Arah kebijakan terbaru | Potensi kenaikan suku bunga |
| Pertemuan FOMC berikutnya | 16-17 Juni 2026 |
| Ketua baru The Fed | Kevin Warsh |













