Harga Minyak Mentah Ditutup Anjlok 4% ke Posisi Terendah Hampir 6 Bulan

Kamis, 04 Agustus 2022 | 05:53 WIB Sumber: Reuters
Harga Minyak Mentah Ditutup Anjlok 4% ke Posisi Terendah Hampir 6 Bulan

ILUSTRASI. Harga Minyak Mentah Ditutup Anjlok 4% ke Posisi Terendah Hampir 6 Bulan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.

KONTAN.CO.ID - HOUSTON. Harga minyak mentah anjlok hampir 4% ke posisi terendah hampir enam bulan. Tekanan datang setelah data stok minyak mentah dan bensin di Amerika Serikat secara tak terduga melonjak di minggu lalu. Di sisi lain, OPEC+ akan menaikkan target produksi minyak sebesar 100.000 barel per hari (bpd).

Rabu (3/8), harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2022 ditutup turun US$ 3,76, atau 3,7% ke US$ 96,78 per barel. Itu adalah penutupan terendah sejak 21 Februari.

Sejalan, harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2022 ditutup anjlok $3,76 atau 4% menjadi US$ 90,66 per barel. Ini jadi penutupan terendah bagi WTI sejak 10 Februari. Kontrak WTI juga sempat mencapai sesi terendah di level US$ 90,38 per barel, paling lemah sejak 25 Februari.

Kedua kontrak berjangka minyak mentah acuan ini berfluktuasi selama sesi perdagangan.

Premi untuk Brent berjangka bulan depan atas pemuatan barel dalam waktu enam bulan berada di level terendah tiga bulan, menunjukkan berkurangnya kekhawatiran tentang ketatnya pasokan. Premi yang sama untuk WTI berjangka mendekati level terendah empat bulan.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Turun Jelang Pertemuan OPEC+, Brent ke US$99,20 & WTI ke US$93,14

Sentimen negatif bagi harga minyak datang setelah persediaan minyak mentah AS naik secara tak terduga di pekan lalu. Hal itu didorong ekspor turun dan penyulingan menurunkan produksi.

Di saat yang sama, stok bensin juga mencatat kenaikan yang mengejutkan karena permintaan melambat, kata Energy Information Administration (EIA).

Berdasarkan data EIA, stok minyak mentah naik 4,5 juta barel pekan lalu, dibandingkan dengan perkiraan analis untuk penurunan 600.000 barel. Stok bensin naik 200.000 barel, dibandingkan ekspektasi untuk penurunan 1,6 juta barel.

"Angka minyak mentah jauh di atas ekspektasi. Bensin mengecewakan. Anda seharusnya tidak pernah melihat peningkatan bensin selama musim panas. Ini laporan yang sangat bearish," kata Bob Yawger, Director of Energy Futures di Mizuho.

Di sisi lain, para menteri Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, menyetujui sedikit peningkatan pada target produksi, yang setara sekitar 0,1% dari permintaan minyak global.

Padahal AS telah meminta OPEC+ untuk meningkatkan produksi. Namun, kapasitas cadangan terbatas dan Arab Saudi mungkin enggan untuk meningkatkan produksi dengan mengorbankan Rusia, yang terkena sanksi atas konflik Ukraina.

Pemerintahan Joe Biden menegaskan akan fokus untuk menjaga harga minyak tetap turun, kata Gedung Putih.

Menjelang pertemuan itu, OPEC+ sudah memangkas perkiraannya untuk surplus pasar minyak tahun ini sebesar 200.000 barel per hari menjadi 800.000 barel per hari, tiga delegasi mengatakan kepada Reuters. Baca cerita lengkapnya

Baca Juga: Hanya Kerek Minyak 100.000 Bph, OPEC+ Digambarkan Hina Biden yang Telah Datangi Saudi

Juga membebani harga, pejabat Iran dan AS mengatakan mereka melakukan perjalanan ke Wina untuk melanjutkan pembicaraan tidak langsung tentang program nuklir Iran, menghidupkan kembali harapan yang hilang dari penghapusan sanksi yang menghambat ekspor minyak Iran.

Di sisi permintaan, pejabat Federal Reserve menyuarakan tekad mereka lagi untuk mengendalikan inflasi yang tinggi, meskipun ada yang mengatakan kenaikan setengah poin dalam suku bunga utama bank sentral AS bulan depan mungkin cukup untuk bergerak menuju tujuan itu.

Indeks dolar AS, yang melacak pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang utama, juga naik. Ini menekan permintaan dengan membuat harga minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun, harga minyak dibantu oleh Caspian Pipeline Consortium (CPC), yang menghubungkan ladang minyak Kazakh dengan pelabuhan Novorossiisk di Laut Hitam Rusia, mengatakan bahwa pasokan turun secara signifikan, tanpa memberikan angka.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru