Harga Minyak Mentah Lanjut Melemah di Pagi Ini, Brent ke Bawah US$ 100 Per Barel

Selasa, 02 Agustus 2022 | 07:36 WIB Sumber: Reuters
Harga Minyak Mentah Lanjut Melemah di Pagi Ini, Brent ke Bawah US$ 100 Per Barel

ILUSTRASI. Harga minyak mentah melemah di perdagangan sesi Asia


KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga minyak mentah kembali melemah pada perdagangan sesi Asia. Pergerakan minyak memperpanjang koreksi yang terjadi pada sesi sebelumnya, karena investor khawatir tentang permintaan minyak global menyusul data manufaktur yang lemah di beberapa negara.

Selasa (2/8) pukul 07.15 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2022 turun 29 sen menjadi US$ 99,74 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2022 juga melemah 22 sen ke US$ 93,67 per barel.

Penurunan terjadi setelah Brent berjangka merosot pada hari Senin ke sesi terendah di US$ 99,09 per barel, posisi paling rendah sejak 15 Juli. Patokan minyak mentah AS juga sempat turun ke level $92,42 per barel, paling lemah sejak 14 Juli.

Harga minyak telah bergejolak, karena investor menimbang pasokan global yang ketat dengan kekhawatiran potensi resesi global.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Anjlok 4%, Data Manufaktur Global Picu Kekhawatiran Permintaan

Kekhawatiran resesi meningkat di awal pekan karena survei dari Amerika Serikat, Eropa dan Asia menunjukkan bahwa pabrik-pabrik berjuang untuk momentum pada bulan Juli. Permintaan global yang lesu dan pembatasan ketat Covid-19 di China memperlambat produksi.

Penurunan harga juga terjadi karena pelaku pasar menunggu hasil pertemuan pada hari Rabu antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia, bersama-sama dikenal sebagai OPEC+, untuk memutuskan produksi September.

Seorang reporter berita Fox Business mengatakan, Arab Saudi akan mendorong OPEC+ untuk meningkatkan produksi minyak pada pertemuan tersebut.

Dua dari delapan sumber OPEC+ dalam survei Reuters mengatakan bahwa kenaikan moderat untuk September akan dibahas pada pertemuan 3 Agustus. Sisanya mengatakan output kemungkinan akan tetap stabil.

Sementara itu Amerika Serikat pada hari Senin memberlakukan sanksi terhadap China dan perusahaan lain yang dikatakan membantu menjual puluhan juta dolar produk minyak dan petrokimia Iran ke Asia Timur karena berusaha untuk meningkatkan tekanan pada Teheran untuk mengekang program nuklirnya.

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru