Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.515
  • EMAS662.000 -0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Harga minyak naik pasca Arab Saudi laporkan ada serangan drone di stasiun pompanya

Rabu, 15 Mei 2019 / 05:00 WIB

Harga minyak naik pasca Arab Saudi laporkan ada serangan drone di stasiun pompanya

KONTAN.CO.ID -  RIYADH. Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih dalam sebuah pernyataan mengatakan, telah terjadi serangan tak berawak di stasiun pompa mereka telah menggerek harga minyak dunia. Serangan tersebut meningkatkan ketegangan di Timur Tengah setelah kapal tanker minyak Arab Saudi mengalami sabotase pada akhir pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Selasa (14/5), Futures naik 1% di New York, membalikkan penurunan Senin. Drone tak dikenal menyerang dua stasiun pompa milik Saudi Aramco, memaksa perusahaan minyak negara tersebut menunda operasi di daerah itu. Itu menyusul kerusakan tanker minyak yang berlabuh di Uni Emirat Arab pada hari Minggu.


Volatilitas minyak telah melonjak bulan ini karena minyak mentah dihantam oleh momok perang perdagangan dari sisi permintaan, sementara gejolak Timur Tengah dan gangguan produksi dari Norwegia ke Nigeria membuat prospek pasokan minyak diragukan.

Kegiatan pengeboran AS dan keputusan yang ditangguhkan oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya tentang apakah pembatasan produksi akan diperpanjang bisa menjadi pemicu berbagai krisis.

"Kami menyaksikan pergolakan antara kekhawatiran ekonomi dan pengetatan neraca pasar minyak," kata Tamas Varga, seorang analis di PVM Oil Associates Ltd. di London.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik 58 sen menjadi US$ 61,62 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 8:42 waktu setempat. Kontrak ditutup turun 62 sen menjadi $ 61,04 pada hari Senin.

Brent untuk penyelesaian Juli naik 1,3% menjadi US$ 71,17 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, setelah kehilangan sebanyak 0,4% sebelumnya. Kontrak benchmark global diperdagangkan dengan premi US$ 9,37 untuk WTI.

Stasiun pompa delapan dan sembilan di jalur pipa Timur-Barat, yang membawa minyak dari provinsi timur Arab Saudi ke pelabuhan Laut Merah Yanbu, diserang oleh drone bersenjata memicu kebakaran yang menyebabkan kerusakan kecil pada stasiun nomor delapan, tetapi akhirnya dikendalikan.

Ekspor Berlanjut

Aramco mengambil tindakan pencegahan dan sementara menghentikan aktivitas serta mengevaluasi situasi dan bekerja untuk memulihkan operasi. menurut pernyataan itu. Ekspor minyak mentah dan produk terus seperti biasa, kata Al-Falih.

Pemberontak Houthi di negara tetangga Yaman yang telah lama menerima dukungan dari Iran, mengatakan sebelumnya bahwa mereka telah menargetkan instalasi utama Saudi dengan drone.

Sementara sifat serangan pada stasiun pompa atau tanker masih belum jelas, mereka meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. Antagonisme antara AS dan Iran semakin meningkat bulan ini setelah Presiden Donald Trump mengakhiri pengecualian terhadap sanksi atas penjualan minyak Iran.

Republik Islam tersebut sebelumnya telah mengancam untuk memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika sanksi menghentikan ekspor energinya. AS mengirim kapal induk, pesawat pembom, dan rudal pertahanan ke wilayah itu pekan lalu.

 


Sumber : Bloomberg
Editor: Noverius Laoli
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0268 || diagnostic_api_kanan = 0.0793 || diagnostic_web = 0.6821

Close [X]
×