kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Harga Minyak Relatif Stabil di Tengah Isu Venezuela dan Ketegangan Rusia-Ukraina


Selasa, 23 Desember 2025 / 19:41 WIB
Harga Minyak Relatif Stabil di Tengah Isu Venezuela dan Ketegangan Rusia-Ukraina
ILUSTRASI. CANADA-OIL/FLARING (REUTERS/Todd Korol)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak dunia bergerak relatif stabil pada Selasa 23 Desember 2025, seiring potensi penjualan minyak mentah Venezuela yang disita Amerika Serikat diimbangi oleh meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan akibat serangan Ukraina terhadap kapal dan fasilitas pelabuhan Rusia.

Harga minyak mentah Brent naik 6 sen menjadi US$ 62,13 per barel pada pukul 12.21 GMT. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2 sen ke level US$ 58,03 per barel.

Sehari sebelumnya, harga minyak melonjak lebih dari 2%. Brent mencatat kenaikan harian terbesar dalam dua bulan, sedangkan WTI mengalami penguatan tertinggi sejak 14 November.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Selasa (23/12) Pagi, Cermati Pasokan Venezuela & Rusia

Analis Rystad Energy, Janiv Shah mengatakan pasar saat ini berada di antara faktor bearish akibat kelebihan pasokan dan kekhawatiran terbaru terkait pasokan. Kekhawatiran tersebut mencakup blokade Amerika Serikat yang menekan pengapalan dan ekspor minyak Venezuela, serta meningkatnya konflik antara Rusia dan Ukraina yang melibatkan kapal dan pelabuhan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin menyatakan AS akan menyimpan atau menjual minyak yang disitanya di lepas pantai Venezuela dalam beberapa pekan terakhir. Penyitaan tersebut merupakan bagian dari langkah AS, termasuk “blokade” terhadap kapal tanker minyak yang masuk dan keluar dari negara Amerika Selatan itu di bawah rezim sanksi.

Barclays dalam catatan tertanggal Senin memperkirakan pasar minyak global masih akan mengalami pasokan berlimpah pada paruh pertama 2026. Namun, bank tersebut menambahkan bahwa surplus minyak diproyeksikan menyusut menjadi sekitar 700.000 barel per hari pada kuartal keempat 2026. Gangguan pasokan yang berkepanjangan berpotensi memperketat pasar lebih lanjut.

Di sisi geopolitik, pasukan Rusia menyerang pelabuhan Odesa di Laut Hitam, Ukraina, pada Senin malam, merusak fasilitas pelabuhan dan sebuah kapal. Serangan ini merupakan yang kedua di wilayah tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam. Sementara itu, serangan drone Ukraina merusak dua kapal dan dua dermaga, serta memicu kebakaran di sebuah desa di wilayah Krasnodar, Rusia.

Baca Juga: Pemuatan Minyak Venezuela Melambat, Kapal Berbalik Arah Usai Intersepsi AS

Ukraina juga menargetkan logistik maritim Rusia, dengan fokus pada kapal tanker minyak “armada bayangan” yang berupaya menghindari sanksi internasional terhadap Moskow.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×