kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Harga Minyak Dunia Stabil Selasa (7/10) Pagi, Brent ke US$65,48 & WTI ke US$61,69


Selasa, 07 Oktober 2025 / 08:13 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil Selasa (7/10) Pagi, Brent ke US$65,48 & WTI ke US$61,69
ILUSTRASI. A pump jack operates near a crude oil reserve in the Permian Basin oil field near Midland, Texas, U.S. February 18, 2025. REUTERS/Eli Hartman


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak bergerak stabil pada perdagangan Selasa (7/10/2025), seiring pelaku pasar mencerna keputusan OPEC+ untuk menaikkan produksi dalam jumlah lebih kecil dari perkiraan, di tengah kekhawatiran permintaan global yang melemah dan potensi kelebihan pasokan.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Desember naik tipis 1 sen atau 0,02% ke level US$65,48 per barel pada pukul 00.14 GMT. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) tercatat stabil di US$61,69 per barel.

Kedua kontrak tersebut sebelumnya ditutup menguat lebih dari 1% pada sesi perdagangan Senin.

Baca Juga: Harga Minyak Menguat Setelah OPEC+ Naikkan Produksi Lebih Rendah dari Perkiraan

“Harga minyak menguat setelah OPEC mengumumkan kenaikan produksi yang lebih kecil dari perkiraan. Pasar sebelumnya mengantisipasi peningkatan kuota yang jauh lebih besar,” ujar analis ANZ, Daniel Hynes, dalam catatan risetnya.

“Keputusan ini menahan kekhawatiran terhadap potensi surplus pasokan yang diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan,” tambahnya.

Pada Minggu, organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) bersama Rusia dan produsen kecil lainnya yang tergabung dalam OPEC+ sepakat menaikkan produksi kolektif sebesar 137.000 barel per hari (bph) mulai November mendatang.

Secara total, OPEC+ telah meningkatkan target produksi lebih dari 2,7 juta bph sepanjang tahun ini, setara dengan sekitar 2,5% dari permintaan minyak global.

Faktor geopolitik tetap menjadi penopang harga, terutama akibat konflik antara Rusia dan Ukraina yang memicu ketidakpastian pasokan energi.

Baca Juga: Minyak Minyak Melonjak 1%, OPEC+ Kerek Produksi Lebih Rendah dari Perkiraan

Sebagai contoh, kilang minyak Kirishi di Rusia menghentikan operasi unit distilasi utama (CDU-6) usai serangan drone pada 4 Oktober lalu.

Dua sumber industri menyebut, pemulihan fasilitas tersebut kemungkinan memakan waktu sekitar satu bulan.

Namun, analis menilai tekanan terhadap harga minyak masih ada. Peningkatan produksi dari negara-negara OPEC+ maupun non-OPEC+ berpotensi menciptakan surplus pasokan, sementara perlambatan ekonomi global akibat tarif perdagangan AS dapat memperburuk pelemahan permintaan.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×