kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.343   77,00   0,45%
  • IDX 7.086   13,12   0,19%
  • KOMPAS100 957   2,18   0,23%
  • LQ45 684   2,14   0,31%
  • ISSI 255   -0,21   -0,08%
  • IDX30 380   1,52   0,40%
  • IDXHIDIV20 466   2,71   0,59%
  • IDX80 107   0,24   0,23%
  • IDXV30 136   0,80   0,60%
  • IDXQ30 121   0,60   0,49%

Harga Nikel Shanghai Sentuh Level Tertinggi 3 Bulan Rabu (29/4), Pasokan Tertekan


Rabu, 29 April 2026 / 09:39 WIB
Harga Nikel Shanghai Sentuh Level Tertinggi 3 Bulan Rabu (29/4), Pasokan Tertekan
ILUSTRASI. Beragam Komoditas: Emas Minyak, Tambang, Nikel (Reuters/Reuters Staff)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga nikel di bursa Shanghai kembali menguat dan menyentuh level tertinggi dalam tiga bulan pada perdagangan Rabu (29/4/2026), didorong kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan global.

Melansir Reuters, kontrak nikel paling aktif di Shanghai Futures Exchange (SHFE) tercatat naik 1,53% menjadi 151.040 yuan per ton pada pukul 01.18 GMT.

Bahkan, harga sempat menyentuh 152.230 yuan per ton atau level tertinggi sejak 26 Januari.

Baca Juga: Eropa Memanas Ekstrem, 95% Wilayah Catat Suhu di Atas Normal pada 2025

Sementara itu, harga nikel acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik tipis 0,13% ke level US$19.475 per ton, setelah sehari sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi hampir dua tahun di US$19.565 per ton.

Kenaikan harga nikel ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan, terutama setelah perusahaan asal China, Zhejiang Huayou Cobalt, mengumumkan akan memangkas produksi di unitnya di Indonesia.

Perusahaan tersebut menyatakan akan menghentikan sementara sebagian lini produksi mulai 1 Mei, yang berpotensi memangkas sekitar setengah dari total output pabriknya.

Langkah ini diambil seiring melonjaknya harga sulfur yang meningkatkan biaya produksi pada proyek nikel untuk baterai.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Lanjutkan Tren Kenaikan Rabu (29/4) Pagi, Brent Tembus US$111,78

Selain itu, pasar juga dibayangi oleh kebijakan kuota produksi yang lebih ketat di Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu produsen nikel terbesar dunia.

Kenaikan biaya bahan baku, khususnya sulfur, juga dipicu oleh gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

Analis Morgan Stanley mencatat, produsen nikel berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) di Indonesia yang menyumbang sekitar 14% pasokan global menghadapi tekanan dari lonjakan harga sulfur dan keterbatasan pasokan.

“Kondisi ini membuat harga nikel cenderung bergerak naik dalam jangka pendek,” tulis analis dalam laporannya.

Baca Juga: FIFA Perbesar Insentif Tim Piala Dunia 2026, Total Dana Naik 15%

Di sisi lain, pergerakan logam dasar lainnya di bursa Shanghai cenderung melemah. Harga tembaga turun 1,15%, aluminium melemah 0,45%, timbal turun 0,18%, timah terkoreksi 0,7%, dan seng turun 0,52%.

Untuk perdagangan di bursa London, harga tembaga dan aluminium relatif stabil, sementara timbal turun 0,1%, seng melemah 0,28%, dan timah naik tipis 0,13%.

Secara keseluruhan, pasar logam masih dibayangi ketidakpastian pasokan dan kenaikan biaya produksi, yang menjadi faktor utama penopang harga nikel saat ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×