kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.011,21   -3,65   -0.36%
  • EMAS963.000 0,94%
  • RD.SAHAM -0.06%
  • RD.CAMPURAN -0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.32%

Harga saham HSBC meroket 50% dari level terendahnya dalam 25 tahun


Kamis, 03 Desember 2020 / 11:33 WIB
Harga saham HSBC meroket 50% dari level terendahnya dalam 25 tahun
ILUSTRASI. Harga saham HSBC telah meroket lebih dari 50% sejak mencapai level terendah dalam 25 tahun pada bulan September. REUTERS/Tyrone Siu


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga saham HSBC telah meroket lebih dari 50% sejak mencapai level terendah dalam 25 tahun pada bulan September.

Melansir BBC, bank terbesar Inggris itu telah berada di bawah tekanan peraturan dan ekonomi yang meningkat di pasar-pasar utamanya, termasuk Eropa dan Asia.

Namun sejak September, peruntungannya telah berubah di mana harga sahamnya naik lebih dari 50% di Hong Kong dan 48% di London. Saham HSBC memang terdaftar di kedua negara tersebut.

Berkantor pusat di London, lebih dari separuh keuntungan HSBC berasal dari Asia.

Meskipun kuartal ini menjadi salah satu momen terbaik bagi perusahaan, namun harga saham tersebut masih turun sekitar sepertiga sejak awal tahun.

Baca Juga: Ini 5 bank dengan bunga deposito tertinggi di awal pekan ini

Pembayaran dividen

Pada bulan Oktober, kinerja kuartal 3 HSBC tercatat lebih baik dari prediksi dalam hal penghematan biaya.

Data BBC menunjukkan, meskipun laba turun 46%, operasinya di Asia "terus berjalan dengan kokoh" dengan keuntungan sebelum pajak sebesar US$ 3,2 miliar.

Bulan lalu, saham HSBC melonjak sebanyak 8% di tengah optimisme bahwa mereka akan segera melakukan pembayaran dividen.

"Sekarang adalah waktunya sektor keuangan bersinar dan tampaknya HSBC berada di urutan teratas dari banyak daftar karena mereka telah melakukan cukup banyak untuk memulai kembali dividen mereka," kata Edward Moya dari perusahaan perdagangan Oanda kepada BBC.

Baca Juga: Daftar bunga deposito akhir pekan ini: Bukopin dan Bank Mayora tertinggi

Investor juga lebih positif pada saham keuangan secara umum dengan harapan vaksin Covid-19 akan meningkatkan ekonomi global.

"Bank-bank papan atas semuanya akan mendapatkan keuntungan dari pemulihan ekonomi global yang kuat yang akan meningkatkan pekerjaan, belanja kartu kredit, dan mendorong pinjaman bisnis," tambah Moya.

Nasib HSBC semakin membaik di tengah ekspektasi bahwa Presiden AS terpilih, Joe Biden, akan mengambil sikap yang lebih lunak terhadap China menyusul meningkatnya ketegangan dan perang perdagangan AS yang dimulai pada 2018.

Petahana Donald Trump terus menekan China, dan pada hari Rabu Senat mengeluarkan undang-undang yang membatasi daftar perusahaan China di AS.

 

Selanjutnya: Keuangan berkelanjutan dinilai sebagai jalan menuju pertumbuhan ekonomi

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×