kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.840   20,00   0,12%
  • IDX 8.281   -115,25   -1,37%
  • KOMPAS100 1.164   -19,17   -1,62%
  • LQ45 838   -10,13   -1,20%
  • ISSI 294   -5,33   -1,78%
  • IDX30 442   -3,23   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,28   -0,24%
  • IDX80 130   -2,01   -1,52%
  • IDXV30 143   -1,99   -1,38%
  • IDXQ30 142   -0,37   -0,26%

Harga Tembaga Bangkit Usai Imlek, Tapi Tarif Amerika Serikat Membayangi


Selasa, 24 Februari 2026 / 15:56 WIB
Harga Tembaga Bangkit Usai Imlek, Tapi Tarif Amerika Serikat Membayangi
ILUSTRASI. BHP GROUP AU-RESULTS/ (REUTERS/Ivan Alvarado)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga tembaga menguat pada Selasa seiring kembalinya para pelaku pasar China setelah libur panjang Tahun Baru Imlek. Namun, kenaikan tersebut masih dibayangi kehati-hatian akibat meningkatnya persediaan dan ketidakpastian tarif Amerika Serikat.

Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange naik 0,75% dan ditutup pada 101.510 yuan (US$ 14.728,88) per metrik ton pada perdagangan sesi siang. Ini merupakan hari pertama bursa kembali dibuka setelah libur sembilan hari Tahun Baru Imlek di China.

Sementara itu, harga tembaga acuan tiga bulan di London Metal Exchange melonjak 1,67% menjadi US$ 13.084 per ton pada pukul 14.35 WIB.

Baca Juga: Hyundai Desak Korsel Sahkan Paket Investasi US$350 Miliar di AS, Waspadai Tarif Trump

Seorang trader yang berbasis di Shanghai mengatakan tembaga menunjukkan ketahanan meski level stok tinggi karena investor masih percaya diri. “Namun, dibutuhkan katalis baru agar harga bisa menembus ke arah mana pun,” ujarnya, seraya menolak disebutkan namanya.

Data bursa yang dirilis Senin menunjukkan stok tembaga di gudang terdaftar LME meningkat pesat sejak pertengahan Januari, mencapai 241.825 ton, level tertinggi sejak Maret 2025.

Dari sisi kebijakan, pasar juga menghadapi ketidakpastian baru setelah Mahkamah Agung AS memutuskan menolak tarif darurat yang diberlakukan Presiden Donald Trump pada Jumat lalu. Sebagai respons, Trump mengumumkan tarif sementara sebesar 15% terhadap impor dari semua negara.

Putusan tersebut tetap mempertahankan bea masuk sektoral yang diberlakukan dengan alasan keamanan nasional, termasuk untuk produk aluminium, baja, dan tembaga.

Analis ING dalam catatannya menyebutkan logam-logam industri bergerak naik karena keputusan itu mengurangi risiko langsung terhadap arus perdagangan global dan permintaan industri. Meski demikian, potensi kenaikan dinilai masih terbatas karena sebagian tarif sektoral tetap berlaku dan pemerintah AS dapat menempuh langkah perdagangan alternatif.

Di pasar lain, harga nikel turut menguat setelah pejabat Indonesia mempertimbangkan pencabutan izin lingkungan PT QMB New Energy Materials, perusahaan patungan nikel dan kobalt yang dipimpin perusahaan China, GEM Co., Ltd.

Baca Juga: Penjualan Mobil Eropa Turun pada Januari 2026, BYD Melonjak dan Tesla Tertekan

Kontrak nikel paling aktif di Shanghai naik 1,30% menjadi 137.950 yuan per ton. Sedangkan nikel acuan di London melonjak 2,27% menjadi US$ 17.675 per ton.

Untuk logam dasar lainnya di Shanghai, aluminium naik 0,75%, seng bertambah 0,74%, timah menguat 0,90%, sementara timbal menjadi satu-satunya yang melemah dengan penurunan 0,18%.

Di London, aluminium naik 0,58%, seng menguat 0,91%, timbal bertambah 1,64%, dan timah melonjak 4,57%.

Selanjutnya: Realisasi Penerbitan Utang Baru Turun pada Awal tahun, Sinyal Kehati-hatian Pasar?

Menarik Dibaca: Reli Empat Hari Berakhir, Harga Emas Dunia Tergelincir ke bawah US$ 5.200




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×