kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga Tembaga Sentuh Level Terendah 3 Pekan Selasa (5/5), Tertekan Dolar AS


Selasa, 05 Mei 2026 / 14:22 WIB
Harga Tembaga Sentuh Level Terendah 3 Pekan Selasa (5/5), Tertekan Dolar AS
ILUSTRASI. CHINA-COPPER (Imagine China via Reuters/Xu Congjun)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga tembaga global melemah ke level terendah dalam tiga pekan pada perdagangan Selasa (5/5/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Melansir Reuters berdasarkan perdagangan di London Metal Exchange, kontrak tembaga tiga bulan turun 0,7% menjadi US$ 12.907 per metrik ton pada pukul 05.30 GMT. Angka ini menjadi level terendah sejak 13 April 2026.

Baca Juga: RBA Naikkan Suku Bunga Ketiga Kalinya, Inflasi Energi Jadi Biang Kerok

Pelemahan harga tembaga terjadi seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.

Penguatan dolar membuat komoditas berbasis dolar, termasuk tembaga, menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain sehingga menekan permintaan.

Dari sisi geopolitik, konflik antara AS dan Iran kembali memanas, khususnya di kawasan Selat Hormuz.

Kedua negara dilaporkan saling melancarkan serangan dan memperketat blokade maritim di jalur distribusi energi global tersebut.

Presiden AS Donald Trump juga disebut telah meluncurkan operasi untuk membuka kembali jalur pelayaran bagi kapal tanker yang sempat tertahan di kawasan tersebut.

Baca Juga: UPDATE: Harga Emas Dunia Bangkit dari Level Terendah 5 Pekan Selasa (5/5)

Militer AS mengklaim telah menghancurkan enam kapal kecil milik Iran, sementara serangan balasan dilaporkan menyebabkan kebakaran di salah satu pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab.

Analis global Tastylive Ilya Spivak menilai, tekanan terhadap harga tembaga kini lebih dipengaruhi faktor makro, khususnya kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global akibat gangguan pasokan energi.

“Pasar kini semakin fokus pada dampak makro dari bottleneck di Selat Hormuz dan implikasi inflasinya,” ujarnya.

Di sisi lain, aktivitas perdagangan relatif sepi karena Shanghai Futures Exchange masih tutup dalam rangka libur Hari Buruh dan baru akan dibuka kembali pada Rabu (6/5).

Baca Juga: UPDATE: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Selasa (5/5), Brent ke US$113,93

Sentimen pasar secara keseluruhan juga cenderung negatif. Bursa saham Asia melemah, sementara harga minyak tetap tinggi di atas US$ 100 per barel, mencerminkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global.

Selain tembaga, harga logam lainnya di LME juga bergerak variatif. Aluminium turun 0,7%, nikel melemah 0,3%, timah turun 0,8%, dan seng terkoreksi 0,6%. Sementara itu, timbal mencatat kenaikan tipis sebesar 0,1%.


Video Terkait



TERBARU

[X]
×