kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.825   -3,00   -0,02%
  • IDX 8.116   84,56   1,05%
  • KOMPAS100 1.145   13,33   1,18%
  • LQ45 828   6,98   0,85%
  • ISSI 288   4,37   1,54%
  • IDX30 430   3,68   0,86%
  • IDXHIDIV20 517   3,69   0,72%
  • IDX80 128   1,38   1,09%
  • IDXV30 140   1,13   0,81%
  • IDXQ30 140   1,00   0,72%

Hari pertama perundingan AS-China berakhir dengan senyuman


Jumat, 11 Oktober 2019 / 07:52 WIB
Hari pertama perundingan AS-China berakhir dengan senyuman
ILUSTRASI. Aides set up platforms before a group photo with members of U.S. and Chinese trade negotiation delegations at the Diaoyutai State Guesthouse in Beijing, China February 15, 2019. Mark Schiefelbein/Pool via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Pasar saham mencatatkan kenaikan di tengah optimisme bahwa perundingan perang dagang  akan menghasilkan setidaknya gencatan senjata parsial. Data Reuters menunjukkan, indeks S&P 500 naik 0,64% dan Nasdaq naik 0,6%.

Ketulusan besar

Suasana terkait perundingan dagang semakin memburuk pada awal pekan ini ketika pemerintah AS membuat daftar hitam 28 biro keamanan publik China, perusahaan teknologi dan pengawasan, termasuk pembuat peralatan pengawasan video Hikvision, atas tuduhan penyiksaan terhadap kelompok minoritas Muslim di China.

Washington juga membatasi visa bagi pejabat China tertentu untuk masalah yang sama dan Beijing disebut-sebut berencana untuk memperketat pembatasan visa bagi beberapa warga negara AS.

Baca Juga: US Chamber sees possible US-China currency agreement, tariff hike delay

Akan tetapi, pejabat China menunjukkan kesediaannya untuk bernegosiasi dan menghindari eskalasi lebih lanjut, menurut laporan media pemerintah China.

"Pihak Tiongkok datang dengan tulus, bersedia bekerja sama dengan AS mengenai neraca perdagangan, akses pasar, dan perlindungan investor," demikian tulis Xinhua mengutip Liu pada hari Kamis.

Kedua belah pihak berselisih mengenai tuntutan AS agar China meningkatkan perlindungan atas kekayaan intelektual Amerika, mengakhiri pencurian dunia maya dan transfer teknologi secara paksa kepada perusahaan-perusahaan China, mengekang subsidi industri dan meningkatkan akses perusahaan-perusahaan AS ke pasar China yang sebagian besar tertutup.

Baca Juga: Wall Street menguat terdongkrak harapan kesepakatan dagang AS-China

Brilliant, pejabat Kamar Dagang AS, mengatakan masalah kekayaan intelektual yang dibahas sebagian besar adalah "perlindungan IP abad ke-20" yang melibatkan pelanggaran hak cipta dan merek dagang, bukan yang melindungi aliran data, kode sumber komputer, dan data komersial.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×