Harta karun mineral Afganistan senilai hingga US$ 3 triliun diincar banyak negara

Kamis, 19 Agustus 2021 | 22:07 WIB Sumber: Kompas TV
Harta karun mineral Afganistan senilai hingga US$ 3 triliun diincar banyak negara

ILUSTRASI. Inilah harta karun mineral Afghanistan senilai US$ 1 triliun - US$ 3 triliun yang diincar banyak negara (Sumber:Deutsche Welle)


Sampai saat ini, pemerintah Afghanistan belum mendapatkan keuntungan dari proyek pertambangan yang ada. Menurut sebuah laporan penyiar televisi kabel Al Jazeera, pemerintah Afghanistan di bawah pemerintahan lama kehilangan US$ 300 juta per tahun.

Tetangga Afghanistan, Pakistan, juga akan mendapat manfaat dari kekayaan mineral Afghanistan. Pakistan yang mendukung pengambilalihan pertama Taliban atas Afghanistan pada tahun 1996, mempertahankan hubungan dengan Taliban dan dituduh Amerika Serikat menyembunyikan gerilyawan Taliban.

Pakistan juga akan menjadi penerima manfaat utama dari investasi infrastruktur China, yang sering disebut Jalur Sutra Baru.

"Pakistan memiliki kepentingan nasional karena bahan-bahan tambang tersebut berpotensi diangkut di sepanjang rute transit komersial dari Pakistan ke China," kata Tanchum kepada Deutsche Welle. Tanchum menambahkan, kesepakatan dengan Taliban akan memberi Islamabad insentif untuk mendukung lingkungan keamanan yang stabil di wilayah tersebut.

Baca Juga: Konflik Afganistan hingga data ekonomi global bikin sejumlah bursa Asia melemah

 

Afghanistan memiliki cadangan emas, platinum, perak, tembaga, besi, kromit, litium, uranium, dan aluminium yang sangat besar.

Zamrud, rubi, safir, pirus, dan lapis lazuli berkualitas tinggi di negara ini telah lama memikat pasar batu permata. Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), melalui penelitian ilmiahnya yang luas tentang mineral, menyimpulkan bahwa Afghanistan menyimpan 60 juta metrik ton tembaga, 2,2 miliar ton bijih besi, 1,4 juta ton unsur Rare Earth Elements (REE) seperti lantanum, cerium, neodymium, dan urat aluminium, emas, perak, seng, merkuri, dan lithium.

Menurut pejabat Pentagon, analisis awal mereka di satu lokasi di provinsi Ghazni menunjukkan potensi deposit lithium sebesar cadangan Bolivia, yang diketahui memiliki cadangan lithium terbesar di dunia. Itu baru di satu provinsi.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru