kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45775,90   0,60   0.08%
  • EMAS934.000 0,32%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Heboh! Pasukan monyet mencuri sampel darah virus corona di India


Sabtu, 30 Mei 2020 / 08:14 WIB
Heboh! Pasukan monyet mencuri sampel darah virus corona di India
ILUSTRASI. Ilustrasi monyet.

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LUCKNOW. Pasukan monyet di India menyerang seorang pejabat medis dan mengambil sampel darah pasien yang dites positif virus corona baru, kata pihak berwenang, Jumat (29/5).

Serangan itu terjadi minggu ini ketika seorang teknisi laboratorium berjalan di kampus sebuah perguruan tinggi kedokteran yang dikelola pemerintah di Meerut, 460 km (285 mil) utara Lucknow, ibukota negara bagian Uttar Pradesh.

"Monyet mengambil dan melarikan diri dengan sampel darah dari empat pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan ... kami harus mengambil sampel darah mereka lagi," kata Dr S. K. Garg, seorang pejabat tinggi di kampus seperti yang dilansir Reuters.

Baca Juga: Siap menengahi, Trump sebut India dan China memiliki konflik besar

Pihak berwenang mengatakan, tidak jelas apakah monyet telah menumpahkan sampel darah tersebut atau tidak. Akan tetapi, warga yang tinggal di dekat kampus tersebut khawatir penyebaran virus lebih lanjut jika monyet membawa sampel ke daerah perumahan.

Garg mengatakan tidak jelas apakah monyet-monyet itu dapat tertular virus corona jika mereka bersentuhan dengan darah yang terinfeksi.

"Tidak ada bukti yang ditemukan bahwa monyet dapat tertular infeksi," kata Garg kepada Reuters.

Baca Juga: India tolak tawaran Trump untuk jadi penengah atas konflik di perbatasan dengan China

Virus itu diyakini ditularkan dari hewan ke manusia di pasar satwa liar di kota Wuhan China akhir tahun lalu.

Saat ini, India memiliki 165.799 kasus virus corona dan 4.706 kematian.

Beberapa waktu terakhir, sekumpulan monyet kerap tersesat ke pemukiman manusia di India dan menyebabkan gangguan, bahkan menyerang orang. Pemerhati lingkungan mengatakan kerusakan habitat alami adalah alasan utama hewan itu pindah ke daerah perkotaan untuk mencari makanan.




TERBARU

[X]
×