kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.599.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Hingga 130.000 pekerja Palestina akan terima vaksin Covid-19 dari Israel


Senin, 01 Maret 2021 / 09:50 WIB
ILUSTRASI. Pekerja Palestina yang tidak bisa melintas ke Israel untuk bekerja, berkumpul di titik perbatasan yang ditutup karena kekhawatiran adanya gelombang kedua Covid-19, di dekat Hebron, Tepi Barat, 29 Juni 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Israel kini telah memasukkan warga Yerusalem Timur Palestina sebagai bagian dari populasinya dan telah menawarkan mereka vaksin.

Di sisi lain, Israel berpendapat bahwa di bawah perjanjian perdamaian Oslo, Otoritas Palestina (PA) mestinya bertanggung jawab atas vaksinasi di Gaza dan sebagian Tepi Barat yang memiliki pemerintahan sendiri yang terbatas.

Direktur Israel dan Palestina di Human Rights Watch Omar Shakir mengatakan, Israel terikat oleh hukum internasional untuk memvaksinasi warga Palestina yang hidup di bawah kendali efektifnya.

"Hanya memvaksinasi orang-orang Palestina yang melakukan kontak dengan Israel membuktikan bahwa Israel hanya peduli pada warga Palestina yang berpengaruh pada kehidupan Yahudi," ungkap Shakir.

Dengan sekitar 5,2 juta warga Palestina di dalamnya, Tepi Barat dan Gaza telah menerima sekitar 32.000 dosis vaksin hingga saat ini. Semuanya berasal dari Israel, Rusia, dan Uni Emirat Arab.

Selanjutnya: Bank Dunia: Palestina harus bekerja sama dengan Israel untuk vaksinasi Covid-19




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×