kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Hisamitsu, Produsen Salonpas, Berniat Go Private di Jepang


Selasa, 06 Januari 2026 / 19:22 WIB
Hisamitsu, Produsen Salonpas, Berniat Go Private di Jepang
ILUSTRASI. Semakin banyak emiten Jepang memilih keluar dari bursa (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Bloomberg | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Manajemen Hisamitsu Pharmaceutical Co. sedang mempertimbangkan tawaran pengambilalihan untuk memprivatisasi produsen plester pereda nyeri asal Jepang tersebut. Menurut sumber, nilai kesepakatan pengambilalihan tersebut bisa mencapai sekitar ¥ 450 miliar, atau sekitar Rp 48,28 triliun.

Rencana pengambilalihan saham tersebut diajukan oleh sebuah entitas yang dimiliki oleh CEO Hisamitsu Kazuhide Nakatomi. Nakatomi merupakan anggota keluarga pendiri perusahaan.

Menurut pemberitaan Bloomberg, mengutip sumber yang mengetahui rencana ini, perusahaan yang dimiliki Nakatomi tersebut berupaya membeli seluruh saham Hisamitsu, yang nilai pasarnya saat ini mencapai ¥ 338 miliar. Bank akan menyediakan pembiayaan untuk membantu mendanai kesepakatan tersebut.

Baca Juga: Begini Update Waskita Karya (WSKT) Soal Merger BUMN Karya, Ada Opsi Go Private

Sumber Bloomberg menyebut, proposal pembelian akan segera diumumkan. Perwakilan Hisamitsu belum dapat memberikan komentar segera.

Hisamitsu, yang dikenal dengan produk plester pereda nyeri merek Salonpas, bergabung dengan daftar perusahaan Jepang yang memilih keluar dari pasar publik untuk melindungi diri dari tekanan regulasi dan investor yang semakin meningkat.

Emiten Jepang kini didorong menaikkan valuasi dan menerapkan pengawasan yang lebih ketat. Akibatnya, jumlah perusahaan Jepang yang diperdagangkan di Bursa Efek Tokyo menurun untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade karena akuisisi dan penghapusan pencatatan terkait restrukturisasi mencapai rekor tahun lalu.

Baca Juga: Tambah Modal Usaha, Energi Mega Persada (ENRG) Menggelar Private Placement

Pada saat yang sama, pemerintah Jepang telah mempromosikan obat generik yang lebih murah dan mendorong produsen obat untuk menurunkan harga, karena populasinya menua.

Pada Oktober, Hisamitsu mengatakan laba operasi turun 9,7% menjadi ¥ 8,1 miliar untuk enam bulan yang berakhir di Agustus 2025. Penjualan domestik Salonpas juga melemah.

Untuk mendorong pertumbuhan, Hisamitsu meningkatkan ekspansi ke luar negeri. Perusahaan ini menghadapi persaingan yang semakin ketat di dalam negeri.

Baca Juga: Private Equity Genjot Pinjaman Dividen Di Tengah Sulitnya Likuiditas

Dalam beberapa tahun mendatang, Hisamitsu berencana menginvestasikan lebih dari ¥ 50 miliar untuk memperluas pasokan Salonpas dan lebih dari ¥150 miliar dalam penelitian dan investasi strategis.

Asal-usul Hisamitsu dapat ditelusuri hingga tahun 1847 di prefektur Saga di barat daya Jepang. Perusahaan ini mengembangkan dan menjual produk resep dan produk apotek.

Salonpas menjadi plester pereda nyeri topikal pertama yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) pada tahun 2008.

Selanjutnya: Sinar Mas Multifinance Resmi Re-branding Jadi SIMASFIN

Menarik Dibaca: 8 Mitos tentang Kolesterol yang Tidak Perlu Dipercaya


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×