kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Hiu biru gunakan pusaran air untuk melacak sumber makanan


Sabtu, 17 Agustus 2019 / 12:30 WIB
Hiu biru gunakan pusaran air untuk melacak sumber makanan

Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Tri

KONTAN.CO.ID - Hiu biru menggunakan pusaran air untuk melacak tempat sumber makanan mereka dengan cepat.  

Para ilmuwan dari Woods Hole Ocenographic Institution dan University of Washington melakukan penelitian baru dengan mengamati perilaku hiu biru. Hasil penelitian mereka menyatakan hiu memahami isyarat samudera. Selain itu, hiu juga mengikuti arah arus yang menjadi tempat berkumpulnya makanan.

Hal ini terbukti dari hiu biru yang berputar-putar membuat pusaran untuk melacak makanan di zona twilight (laut dengan kedalaman 200-1.000 meter). Para hiu biru menghabiskan waktu setengah hari membuat kantong pusaran air hangat untuk mendapatkan mangsa.

Camrin Braun, Ahli Kelautan sekaligus ketua tim peneliti mengatakan perilaku hiu biru mirip seperti hiu putih yang diteliti akhir tahun lalu.

Baca Juga: Begini cara burung menavigasi arah haluan angin

Kedua spesies tersebut mempunyai perbedaan perilaku  menghadapi suhu air. Hiu putih, hewan berdarah panas yang membuat pusaran dengan menggabungkan air hangat dan air dingin. Sedangkan, hiu biru merupakan hewan berdarah dingin yang bergantung pada pusaran air hangat.

"Hiu biru tidak dapat mengatur suhu badannya untuk tetap hangat di lautan seperti yang dilakukan hiu putih," kata Braun. "Kami berpikir itulah sebabnya mereka menunjukkan preferensi yang jelas terhadap pusaran air hangat," tambahnya.

Mere Uz, Direktur Program National Science Foundation Devisi Ilmu Kelautan mengatakan penelitian tersebut keluar dari fokus penelitian tentang bagaimana pusaran air mengatur aktivitas biologis.

Baca Juga: Ini Rahasia Tanaman di California Mampu Bertahan Hidup di Musim Kering

"Lautan tampak seperti bentangan luas tanpa fitur, tapi hewan yang hidup di dalamnya dapat membaca isyarat laut dan mengikutinya ke tempat makanan mereka berkumpul," kata Mere.

Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Sumber : National Science Foundation

 

 




TERBARU

Close [X]
×