kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.153   -13,00   -0,07%
  • IDX 5.007   -90,60   -1,78%
  • KOMPAS100 644   -11,50   -1,75%
  • LQ45 509   -6,39   -1,24%
  • ISSI 168   -3,65   -2,13%
  • IDX30 287   -2,49   -0,86%
  • IDXHIDIV20 387   -1,61   -0,42%
  • IDX80 74   -1,20   -1,58%
  • IDXV30 108   0,22   0,21%
  • IDXQ30 97   -0,67   -0,69%

Hong Kong bakal tanpa parlemen, ini penyebabnya


Kamis, 12 November 2020 / 06:53 WIB
ILUSTRASI. Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengangkat gelas dalam upacara peringatan Hari Nasional China di Grand Hall di Hong Kong, China, Kamis (1/10/2020). REUTERS/Lam Yik


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

China mengesahkan UU Keamanan Nasional pada Juni, untuk memadamkan protes, menggambarkannya sebagai "pedang" yang menggantung di atas kepala para pengkritiknya. Anggota pro-demokrasi, Claudia Mo, mengatakan Beijing sedang berusaha untuk "membunyikan lonceng kematian dari perjuangan demokrasi Hong Kong".

"Mereka (otoritas Beijing) akan berpikir bahwa mulai sekarang, siapa pun yang mereka temukan tidak benar secara politik atau tidak patriotik...mereka bisa saja menggulingkan Anda," katanya," ujar Claudia Mo.

"Kami menghentikan masa jabatan ini, badan legislatif ini, kami tidak menghentikan perjuangan Hong Kong," ucapnya Chris Patten, gubernur kolonial terakhir kota itu, juga mengkritik pencopotan 4 anggota parlemen itu.

"Sekali lagi, rezim (Presiden China) Xi Jinping telah menunjukkan permusuhan total terhadap akuntabilitas demokratis, dan mereka yang ingin mempertahankannya," katanya.

Kehormatan

"Jika mengamati proses hukum, melindungi sistem dan fungsi, memperjuangkan demokrasi, serta hak asasi manusia akan mengakibatkan konsekuensi didiskualifikasi, itu (justru) akan menjadi kehormatan bagi saya," kata Dennis Kwok, salah satu dari empat yang digulingkan setelah pemecatannya pada Rabu.

Keempat orang itu awalnya dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif kota, yang dijadwalkan diadakan pada 6 September, setelah seruan Amerika Serikat untuk menjatuhkan sanksi kepada pejabat Hong Kong.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×