kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Huawei Perluas Kerja Sama AI dengan Perusahaan Farmasi China


Kamis, 27 Agustus 2026 / 16:09 WIB
Huawei Perluas Kerja Sama AI dengan Perusahaan Farmasi China
ILUSTRASI. Raksasa teknologi China Huawei, berencana memperluas kerja sama kecerdasan buatan (AI) dengan perusahaan farmasi domestik (Dok./REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Raksasa teknologi China, Huawei, berencana memperluas kerja sama kecerdasan buatan (AI) dengan perusahaan farmasi domestik ke bidang pengembangan obat dan praktik klinis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Huawei memperkuat posisi di pasar penemuan obat berbasis AI yang berkembang pesat.

Sejumlah perusahaan farmasi saat ini meningkatkan investasi pada teknologi pemodelan dan laboratorium otomatis berbasis AI untuk mempercepat proses pengembangan obat sekaligus meningkatkan efisiensi.

William Zhang, Presiden Unit Bisnis Kesehatan Huawei, mengatakan perusahaan akan memperluas kolaborasinya dengan perusahaan farmasi seiring dengan pendalaman riset AI di bidang kesehatan.

"Saat kami semakin memperdalam penelitian AI di bidang medis, akan ada lebih banyak kolaborasi dan hasil yang muncul bersama perusahaan farmasi, mulai dari manufaktur obat, praktik klinis hingga penerapan akhir," kata William Zhang kepada Reuters, Rabu (26/8/2026).

Menurut Zhang, Huawei telah memiliki sejumlah kerja sama dalam praktik klinis di rumah sakit dan tengah mengeksplorasi peluang kolaborasi lainnya. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai proyek tersebut.

Baca Juga: Stok Batubara Kritis, 45 Pembangkit Listrik India Terancam Kekurangan Pasokan

Ia menambahkan, proyek-proyek Huawei saat ini sebagian besar dilakukan bersama perusahaan farmasi domestik di China.

Huawei bidik pasar penemuan obat berbasis AI

Ekspansi Huawei tersebut mencerminkan meningkatnya persaingan di sektor teknologi AI untuk industri farmasi. Perusahaan teknologi global mulai menjalin kemitraan dengan produsen obat untuk memanfaatkan permintaan terhadap teknologi AI dalam penelitian dan pengembangan obat.

Nvidia, perusahaan chip asal Amerika Serikat, misalnya, telah menjalin kerja sama terkait AI dengan sejumlah perusahaan farmasi, termasuk Eli Lilly dan Novo Nordisk.

Huawei sendiri menawarkan sejumlah perangkat dan teknologi untuk melakukan penyaringan senyawa obat yang berpotensi dikembangkan. Teknologi tersebut didukung oleh chip Ascend dan Kunpeng milik Huawei.

Pada Mei 2026, Huawei mengatakan salah satu proyek bersama Guangzhou Pharmaceutical Holdings, perusahaan milik negara China, telah menjadi validasi produksi pertama di industri terhadap model penelitian obat berbasis AI yang dikembangkan secara independen dan disesuaikan dengan teknologi Ascend serta Kunpeng.

Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan farmasi mempercepat proses identifikasi senyawa yang berpotensi menjadi obat baru.

Baca Juga: Harga Minyak Turun, Pasar Berharap Selat Hormuz Kembali Dibuka

AI berpotensi pangkas waktu pengembangan obat

Penggunaan machine learning dalam industri farmasi semakin berkembang, khususnya untuk menemukan target obat, merancang molekul, serta meningkatkan efisiensi perencanaan uji klinis.

Berdasarkan proyeksi industri yang sebelumnya dilaporkan Reuters, penerapan machine learning berpotensi memangkas hingga separuh waktu dan biaya pengembangan obat pada tahap awal dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Perkembangan tersebut membuat teknologi AI semakin strategis bagi industri farmasi. Selain membantu mempercepat penelitian, AI dapat digunakan untuk mengolah data dalam jumlah besar dan membantu peneliti menyaring berbagai kandidat obat secara lebih efisien.

Bagi Huawei, perluasan kerja sama dari manufaktur obat menuju praktik klinis dan penerapan akhir dapat membuka ruang baru untuk mengembangkan bisnis teknologi kesehatan. Perusahaan juga berpeluang memperluas pemanfaatan ekosistem chip dan teknologi AI buatannya di sektor farmasi China.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×