kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Hubungan AS-China diramal makin panas soal isu Hong Kong


Minggu, 31 Mei 2020 / 13:20 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan AS berkibar di dekat Bund, sebelum delegasi perdagangan AS bertemu dengan rekan-rekan China mereka untuk mengadakan pembicaraan di Shanghai, Cina 30 Juli 2019.


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Dalam serangan terbarunya, Trump menuduh pemerintah China melakukan pencurian properti intelektual, menutupi kesalahan penanganan wabah Covid-19 dan mengabaikan komitmennya kepada Organisasi Perdagangan Dunia.

Presiden AS juga mengatakan akan menarik AS dari WHO karena pengaruh Beijing yang dirasakan dalam agensi tersebut, langkah untuk mengakhiri perjanjian ekstradisi dengan Hong Kong dan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di pasar keuangan AS.

Baca Juga: China: Vaksin virus corona siap dipasarkan akhir tahun ini

"Langkah pemerintah Tiongkok melawan Hong Kong adalah yang terbaru dalam serangkaian tindakan yang mengurangi status kota yang sudah lama berdiri dan sangat bangga. Ini adalah tragedi bagi rakyat Hong Kong, rakyat Tiongkok, dan memang rakyat dunia," katanya.

David Zweig, Direktur Pusat Hubungan Transnasional China di Universitas Sains dan Teknologi Hong Kong, mengatakan Trump telah melepas sarung tangan dan mengharapkan peningkatan yang lebih jauh menjelang pemilihan umum AS pada November.

"Tidak ada yang ingin berperang, tapi saya pikir akan sulit dalam persiapan untuk pemilihan untuk mengambil posisi yang terlalu moderat," kata Zweig.

Baca Juga: Korea Utara dukung China soal Hong Kong, kecam campur tangan AS

"China sangat tidak populer di banyak tempat, jadi lebih mudah bagi Barat untuk meningkatkan posisi mereka, dan saya pikir hal yang sama juga ada di sisi China," ujarnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×