Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Sebagai perbandingan, Jepang juga menandatangani kesepakatan dagang serupa dengan AS pada Juli lalu. Namun, Tokyo bergerak lebih cepat.
Parlemen Jepang menyetujui kesepakatan tersebut pada 3 Desember, dan konsultasi proyek pertama digelar pada 23 Desember, sebagai langkah awal investasi US$ 550 miliar Jepang di AS.
Friksi Lain AS–Korea Selatan: Kasus Perusahaan Teknologi
Selain isu tarif, ketegangan juga dipicu oleh dugaan perlakuan tidak adil terhadap perusahaan teknologi AS.
Salah satu pemicunya adalah kebocoran data besar di Coupang, yakni perusahaan e-commerce terbesar di Korea Selatan yang tercatat di bursa AS, pada akhir tahun lalu. Kasus ini berkembang menjadi sengketa yang berpotensi memengaruhi hubungan dagang kedua negara.
Coupang menuduh regulator Korea Selatan menargetkan perusahaan secara tidak proporsional melalui kritik publik dan penggerebekan, yang disebut telah menghapus nilai pasar dan merugikan investor AS.
Tonton: Ahok Blak-blakan, Keluar dari Pertamina karena Tak Sejalan dengan Jokowi
Perdana Menteri Korea Selatan Kim Min-seok, dalam pertemuannya dengan Wakil Presiden AS JD Vance pekan lalu di Washington, membantah adanya perlakuan diskriminatif terhadap Coupang.
Kim mengatakan Vance meminta agar isu tersebut dikelola dengan baik oleh kedua pemerintah agar tidak menimbulkan kesalahpahaman dan eskalasi lebih lanjut.












