kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.763   3,00   0,02%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Hubungan dengan China Tegang, Trump Undang PM Jepang ke AS


Senin, 05 Januari 2026 / 10:02 WIB
Hubungan dengan China Tegang, Trump Undang PM Jepang ke AS
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump mengundang Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk berkunjung ke Amerika Serikat tahun ini. (REUTERS/Anna Rose Layden)


Sumber: Associate Press | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden AS Donald Trump mengundang Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk berkunjung ke Amerika Serikat tahun ini. Hal itu diutarakan Trump dalam percakapan telepon pada Jumat (2/1/2026). Demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Jepang. 

Jika terealisasi, kunjungan ini akan menjadi lawatan pertama pemimpin ultrakonservatif tersebut ke AS sejak menjabat pada Oktober lalu.

AP melaporkan, Gedung Putih belum mengonfirmasi percakapan maupun undangan tersebut. Undangan ini muncul di tengah hubungan Jepang–China yang tengah menegang dan meningkatkan ketegangan kawasan. Amerika Serikat, sebagai sekutu dekat Jepang, berupaya memperkuat hubungan dengan Tokyo sekaligus menstabilkan relasinya dengan Beijing, menjelang rencana kunjungan Trump ke China pada April mendatang.

China pekan ini menggelar latihan militer selama dua hari di perairan sekitar Taiwan. Takaichi, perdana menteri perempuan pertama Jepang, memicu kemarahan Beijing akhir tahun lalu setelah menyatakan bahwa aksi militer China terhadap Taiwan dapat menjadi dasar respons militer Jepang, meninggalkan sikap ambigu strategis yang selama ini dianut para pemimpin Jepang sebelumnya.

Dalam pernyataan Jumat, Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut Takaichi dan Trump sepakat mengoordinasikan kunjungan tersebut agar berlangsung pada musim semi. Kantor berita Kyodo melaporkan bahwa kunjungan itu berpotensi bertepatan dengan festival bunga sakura tahunan di Washington.

Baca Juga: Ekonomi Thailand Diperkirakan Tumbuh 2,2% Pada 2025 dan Melambat pada 2026-2027

Kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk “membuka babak baru dalam sejarah aliansi Jepang–AS” pada tahun peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat, serta “memperdalam hubungan persahabatan,” termasuk di bidang ekonomi dan keamanan.

Takaichi dan Trump juga sepakat mendorong kerja sama dengan mitra yang memiliki pandangan sejalan, termasuk kemitraan Jepang–AS–Korea Selatan, serta mendukung Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Kementerian Luar Negeri Jepang menyebut kedua pemimpin bertukar pandangan terutama mengenai kawasan Indo-Pasifik, tanpa merinci apakah mereka membahas langkah terbaru Beijing.

Latihan militer China di sekitar Taiwan berlangsung setelah pemerintahan Trump mengumumkan paket penjualan senjata ke Taiwan senilai lebih dari US$ 11 miliar. Jika disetujui Kongres, paket tersebut akan menjadi bantuan militer terbesar AS ke Taiwan, dan menuai kritik keras dari Beijing.

Tonton: Dunia Terbelah Usai AS Tangkap Maduro, Kecaman Mengalir dari China hingga Rusia

China mengklaim kedaulatan atas Taiwan dan berjanji merebutnya, dengan kekuatan militer bila perlu. AS, berdasarkan hukum domestiknya, berkewajiban membantu Taiwan dengan persenjataan yang cukup untuk mencegah serangan dari China daratan.

Trump pada Senin mengatakan ia tidak diberi tahu sebelumnya mengenai latihan militer China tersebut, namun tetap menonjolkan hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping.

Trump sebelumnya bertemu Takaichi di Tokyo pada Oktober, tak lama setelah ia menjabat. Keduanya saling bertukar pernyataan hangat, dan Trump mengajak Takaichi saat ia berpidato di hadapan pasukan AS di atas kapal induk Amerika di Jepang.

Kesimpulan 

Undangan Trump kepada Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mencerminkan upaya Amerika Serikat memperkuat poros aliansi Indo-Pasifik di tengah meningkatnya ketegangan dengan China, terutama terkait Taiwan, sekaligus menunjukkan dilema strategis Washington yang ingin menekan Beijing namun tetap menjaga stabilitas hubungan bilateral. Langkah ini juga menandai pergeseran Jepang dari ambiguitas strategis menuju sikap keamanan yang lebih terbuka dan berisiko memicu eskalasi geopolitik kawasan.

Selanjutnya: Ekonomi Thailand Diperkirakan Tumbuh 2,2% Pada 2025 dan Melambat pada 2026-2027

Menarik Dibaca: Mengenal YouTube Community Tab, Bantu Optimasi Engagement & Tarik Minat Audiens




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×