kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Hulu ledak nuklir China bertambah, Pentagon mulai gelisah


Rabu, 02 September 2020 / 15:37 WIB
ILUSTRASI. Departemen Pertahanan AS, Pentagon, mulai menaruh perhatian pada peningkatan jumlah senjata nuklir milik China.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

AS juga sudah meminta China untuk bergabung dengan New START Treaty, sebuah kesepakatan damai tentang pengurangan senjata yang diinisiasi oleh AS dan Rusia. Kesepakatan ini akan berakhir pada bulan Februari tahun depan.

Sayangnya, China telah mengindikasikan bahwa mereka tidak tertarik untuk bergabung dalam kesepakatan tersebut karena akan membatasi kapasitas nuklirnya.

"Jumlah hulu ledak yang dimiliki China saat ini masih belum bisa menggambarkan posisi kekuatan China secara keseluruhan," ungkap Wakil Asisten Menteri Pertahanan AS untuk China Chad Sbragia, dikutip dari NHK.

Sbragia mengatakan bahwa China juga telah mengembangkan kapal selam serta rudal udara bertenaga nuklik. Rudal balistik antarbenua dengan tenaga nuklir milik China juga perlu diwaspadai.

Dalam laporannya di depan Kongres, Pentagon akan terus mengawasi perkembangan militer China untuk menentukan arah kebijakan militer AS ke depannya.

Baca Juga: Angkatan Udara AS berencana membuat pesawat kepresidenan dengan kecepatan supersonik




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×