kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45753,89   -6,43   -0.85%
  • EMAS1.006.000 0,00%
  • RD.SAHAM 1.46%
  • RD.CAMPURAN 0.61%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Ilmuwan Inggris temukan cara baru percepat penyembuhan virus corona, ini caranya


Senin, 03 Agustus 2020 / 10:37 WIB
Ilmuwan Inggris temukan cara baru percepat penyembuhan virus corona, ini caranya
ILUSTRASI. Ilmuwan Inggris menggunakan antibodi dari darah Ilama untuk mempercepat penyembuhan virus corona. Gambar mikroskop elektron pemindai ini menunjukkan virus corona Wuhan atau Covid-19 (kuning) di antara sel manusia (merah). Sampel virus diambil dari seorang

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Reading. Para pakar kesehatan terus berlomba-lomba menemukan obat dan vaksin virus corona. Meski belum mendapatkan hasil yang pasti, pengembangan obat corona dan vaksin virus corona sudah berjalan ke arah positif. Terbaru, ilmuwan Inggris menemukan cara baru untuk membantu penyembuhan dari virus corona.

Para ilmuwan dari Rosalind Franklin Institute di Inggris menggunakan antibodi khusus dari tubuh Fifi untuk membuat terapi pendorong kekebalan tubuh. "Koktail antibodi" berbasis-llama yang dihasilkan bisa masuk tahap uji klinis dalam beberapa bulan ke depan. Perkembangan ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Structural and Molecular Biology.

Baca juga: Kim Jong Un disebut sedang sehat, ini alasannya

Pengobatan ini menggunakan antibodi llama "yang direkayasa", yang ukurannya relatif kecil, dan jauh lebih terstruktur daripada antibodi dalam darah kita sendiri. Ukuran dan struktur itu berarti mereka dapat "didesain ulang" di lab.

'Mencari kunci' untuk virus corona Profesor James Naismith, direktur Rosalind Franklin Institute - dan peneliti utama dalam studi ini - mengibaratkan teknik ini seperti memotong anak kunci yang cocok dengan 'lubang kunci' virus corona. "Dengan antibodi llama, kami punya anak kunci yang tidak begitu pas - mereka akan masuk ke lubang kunci tapi tidak bisa diputar," ujarnya.

"Jadi kami mengambil kunci itu dan menggunakan biologi molekuler untuk memolesnya, sampai kami mendapatkan anak kunci yang cocok."

Antibodi adalah bagian dari hal yang dikenal sebagai sistem imun adaptif; mereka adalah molekul yang, pada dasarnya, berubah bentuk untuk merespons virus atau bakteri yang menyerang. "Lalu jika Anda terinfeksi kembali," Prof. Naismith menjelaskan, "tubuh Anda mencari [partikel virus] dengan antibodi yang menempel di sekitarnya dan menghancurkannya."

Baca juga: Peringatan dari Menteri Keuangan AS, TikTok hanya diberi 2 opsi



TERBARU

[X]
×