kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.663   -13,00   -0,07%
  • IDX 6.370   51,91   0,82%
  • KOMPAS100 839   6,94   0,83%
  • LQ45 637   6,15   0,97%
  • ISSI 227   2,12   0,94%
  • IDX30 363   2,74   0,76%
  • IDXHIDIV20 452   3,47   0,77%
  • IDX80 97   0,76   0,80%
  • IDXV30 125   0,99   0,80%
  • IDXQ30 118   0,81   0,69%

Ilmuwan ke Trump: 2,2 juta warga Amerika bisa meninggal gara-gara corona


Sabtu, 21 Maret 2020 / 05:10 WIB


Sumber: Businessinsider | Editor: Tendi Mahadi

Pemerintah Boris Johnson juga secara dramatis mengubah arah kebijakan setelah melihat laporan tersebut dengan mengadopsi lebih banyak tindakan keras yang dirancang untuk menekan wabah.

The New York Times mengatakan pedoman baru dari Gedung Putih tampaknya menarik poin dari laporan Imperial College, dan Ferguson mengkonfirmasi bahwa langkah itu dikirim salinan laporan sebelumnya.

Baca Juga: Tangkal penyebaran corona, Singapura tunda semua acara yang dihadiri 250 orang

"Gugus tugas Gedung Putih menerimanya Minggu sore," kata Ferguson kepada CNN pada hari Selasa.

“Sejujurnya, saya tidak tahu laporan seberapa besar itu memengaruhi pengambilan keputusan. Tetapi saya mendengar Dr. Birx mengutipnya,” kata dia merujuk pada Dr. Deborah Birx, koordinator respon coronavirus Gedung Putih. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×