kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ilmuwan ke Trump: 2,2 juta warga Amerika bisa meninggal gara-gara corona


Sabtu, 21 Maret 2020 / 05:10 WIB
Ilmuwan ke Trump: 2,2 juta warga Amerika bisa meninggal gara-gara corona


Sumber: Businessinsider | Editor: Tendi Mahadi

Pemerintah Boris Johnson juga secara dramatis mengubah arah kebijakan setelah melihat laporan tersebut dengan mengadopsi lebih banyak tindakan keras yang dirancang untuk menekan wabah.

The New York Times mengatakan pedoman baru dari Gedung Putih tampaknya menarik poin dari laporan Imperial College, dan Ferguson mengkonfirmasi bahwa langkah itu dikirim salinan laporan sebelumnya.

Baca Juga: Tangkal penyebaran corona, Singapura tunda semua acara yang dihadiri 250 orang

"Gugus tugas Gedung Putih menerimanya Minggu sore," kata Ferguson kepada CNN pada hari Selasa.

“Sejujurnya, saya tidak tahu laporan seberapa besar itu memengaruhi pengambilan keputusan. Tetapi saya mendengar Dr. Birx mengutipnya,” kata dia merujuk pada Dr. Deborah Birx, koordinator respon coronavirus Gedung Putih. 




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×